Published On: Tue, Jan 16th, 2018

Membangun Poros Maritim Dunia dengan Konsep ‘SEKTI’

Acara bedah buku ‘Reborn Maritim Indonesia’ di Kampus Stikubang Semarang

MN, Semarang – Awal tahun 2018 ini, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) wilayah Jawah Tengah dan Komunitas Lentera Pesisir mengadakan Martime Talk yang membedah buku ‘Reborn Maritim Indonesia: Perspektif Sistem Ekonomi Kelautan Terintegrasi’ di Gedung Universitas Stikubank Kampus Mugas, Jl. Tri Lomba Juang, Semarang, 15 Januari 2018.

Penulis buku tersebut, Witjaksono hadir sebagai pembicara utama. Buku itu dibedah oleh 3 panelis yakni Ir. Lalu M. Syafriadi, MM (Kepala Dinas Kelautan Perikanan Jawa Tengah), Riyono, S.Kel (Ketua Aliansi Nelayan Indonesia), dan Dr. Rochmani, SH, M.Hum (Dekan Fakultas Hukum Universitas Stikubank).

Witjaksono, yang merupakan pemilik perusahaan perikanan PT Dua Putra Makmur Tbk itu mengatakan kenyataan yang tidak bisa dihilangkan dari Indonesia adalah lautnya. Karena di sanalah tumpuan harapan dan energi yang semenjak dilahirkannya, Indonesia telah menemukan fitrahnya sebagai bangsa maritim.

“Tiga prinsip pembangunan kelautan perikanan yaitu kedaulatan salah satunya dengan mencegah pencurian ikan, keberlanjutan yakni melakukan konservasi untuk menjaga produktivitas; dan  kesejahteraan nelayan,” terang Mas Witjak, panggilan akrabnya.

Ia menambahkan sebaiknya Menteri Susi sekarang lebih fokus pada produksi perikanan. Cukup pemberantasan illegal fishing dengan menenggelamkan kapal ikan asing sebagai sebuah shock therapy dan peringatan bagi para pencuri ikan.

“Kapal-kapal yang masuk daftar tunggu ditenggelamkan bisa diberikan kepada nelayan atau untuk kapal wisata. Nilai ekonominya jadi lebih bernilai dan tidak menghamburkan uang untuk menenggelamkan kapal,” imbuhnya.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan pemerintah dan pembuat keputusan, lanjut Mas Witjak, di antaranya adalah mengikutsertakan nelayan dalam diskusi, sehingga kebijakan pemerintah dan kondisi di lapangan tidak terjadi kesenjangan.

Menurutnya, saat ini bahan bakar minyak (BBM) dan pakan ikan di kampung-kampung nelayan masih belum terkendali. Begitu pun dengan kasus kapal cantrang yang masih menjadi polemik.

“Melalui SEKTI (sistem ekonomi kelautan yang terintegrasi) dari hulu ke hilir memungkinkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pengusaha hingga nelayan dapat mengetahui pengembangan sektor maritim Indonesia,” pungkasnya.

Peserta yang hadir sekitar 70 orang berasal dari berbagai kalangan, yaitu mahasiswa, dosen, pemerintah, perusahaan, komunitas, dan organisasi rakyat, khususnya yang berhubungan dengan maritim. Para peserta sangat antusias bertanya ketika sesi tanya jawab dibuka. Rata-rata mereka memiliki komitmen untuk membangun Indonesia sebagai negara maritim.

Mas Witjak menyimpulkan visi Poros Maritim Dunia melalui konsep SEKTI ini akan tercapai pada tahun 2045. Masa saat ini ialah masa membangun fondasi yang salah satunya dengan program Tol Laut.

Sementara itu, Ketua APMI Jateng Hendra Wiguna menyatakan bahwa acara Maritim Talk ini akan digelar setiap bulannya. Dengan harapan akan menumbuhkan rasa cinta maritim bagi warga Jawa Tengah.
“Hari ini kita kedatangan Mas Witjaksono, yang sudah lama malang melintang di dalam perekonomian khususnya perikanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dan yang lebih istimewa sendiri beliau adalah asli puta Jateng,” ujar Hendra.
Sambung Mahasiswa Perikanan Undip ini, terlaksananya MaritimeTalk di universitas Stikubank (UNISBANK), harapannya akan menjadi penggugah bahwa maritim tidak hanya menjadi bahasan kampus yang memiliki kejuruan Perikanan, kelautan ataupun perkapalan saja.
“Akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama, ketika berbicara soal maritim semua lapisan harus ikut andil di dalamnya,” tambah dia.
Pada Februari 2018 nanti, Maritime Talk akan berbicara soal Ketahanan Pangan dari laut bersama Kolonel Laut (P) Salim.
“Kita akan kerjasama dengan AKPELNI Semarang. Dan semoga saja para calon Gubernur Jawa Tengah juga berkenan hadir. Kita lihat mereka saja, mana yang lebih memahami maritim Jawa Tengah,” pungkas Hendra.

(Adit/Dasairy Zulfa/APMI)

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com