Di Usia Ke-70, Pomal Semakin Matang Mengawal Tugas TNI AL

Foto: Kasal Laksamana TNI Ade Supandi bersama anak-anak Pomal, usai menampilkan parade Pomal

Maritimnews, Jakarta – HUT Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) berlangsung meriah di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta (19/2/16). Upacara yang dipimpin langsung oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi itu turut dihadiri oleh jajaran TNI AL, mantan Kasal dan mantan Danpuspomal.

Pelaksanaan HUT Pomal kali ini mengambil tema “Dengan Semangat Revolusi Mental kita Tingkatkan Profesionalisme Polisi Militer Guna Mendukung dalam Tugas TNI AL”. Kasal menuturkan prestasi Pomal saat ini semakin baik yang diukur semakin berkurangnya jumlah pelanggaran di lingkungan TNI AL.

“Pomal harus bisa instropeksi diri dalam rangka melaksanakan tugasnya dan meningkatkan kompetensi profesi sebagai penyidik polisi militer Angkatan Laut.

Lebih lanjut, lulusan AAL 1983 ini mengungkapkan penaikan dan penurunan pelanggaran itu masih terus dievaluasi kembali. Mayoritas pelanggaran yang kerap terjadi di lingkungan TNI AL, menurut Kasal adalah narkoba, asusila dan kekerasan.

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi bersama HDC
Kasal Laksamana TNI Ade Supandi bersama HDC

Kemudian Kasal mengimbau kepada Danpuspomal Laksma TNI M. Richard untuk dapat turun ke lapangan dan dekat dengan anak buah agar suasana harmonis kian terjadi. “Terutama saat waktu-waktu di luar kegiatan dinas, Danpuspomal harus aktif. Selain itu dengan melakukan penuh interoperability dengan para aparat juga harus berjalan cukup baik,” tambahnya.

Peringatan HUT ke-70 korps yang bermotto Wijna Wira Widhayaka yang berarti berwatak ksatria, arif dan bijaksana itu turut disuguhi dengan penampilan Motor Harley Davidson dari Harley Davidson Community (HDC) dan pertunjukan kolosal perjuangan Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara.

Gajah Mada yang memiliki background sebagai Pasukan Bhayangkara (Pengawal Raja) itu diidentikan dengan fungsi Pomal saat ini dalam mengamankan dan menindak para prajurit TNI AL dalam melaksanakan tugasnya.

Acara dilanjutkan dengan pengenalan SIM Keliling untuk prajurit TNI AL yang terdapat di Lantamal dan Lanal se-Indonesia. Hal itu dimaksudkan agar setiap personel TNI AL memiliki ketertiban dalam berlalu-lintas dengan mempunyai SIM.

Pomal yang lahir dan berkembang bersama-sama dengan badan-badan perjuangan lainnya untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, mempunyai nama dan sebutan yang berganti-genti mengikuti perkembangan dan kebijakan pemimpin di lingkungan TNI. Semula pada masa dibentuknya BKR Laut di beberapa tempat tugas pengamanan diberi sebutan seksi keamanan.

Kemudian secara berturut-turut sebutannya adalah Polisi Tentara Laut (PTL), Dinas Polisi KKO-AL (DP KKO-AL), Dinas Polisi Angkatan Laut (DP-AL), Polisi Militer Angkatan Angkatan Laut (POMAL) dan terakhir berdasarkan instruksi MenHankam/Pangab No.Ins/A/51/X/1971 dan surat Keputusan Kasal No.Skep/5401.(AN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *