Melalui Sail Karimata, Menko Maritim ingin Indonesia sebagai Bangsa Pemenang
Menko Maritim dan SD Rizal Ramli
Menko Maritim dan SD Rizal Ramli

MNOL, Jakarta – Rapat Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait Pelaksanaan Sail Karimata 2016 diselenggarakan oleh Kemenko Maritim dan Sumber Daya (SD). Rapat itu dipimpin langsung oleh Menko Maritim dan SD Rizal Ramli, di Gedung BPPT Jakarta, Kamis (26/5/2016). Rizal Ramli didampingi oleh Menperin Saleh Husin dan Kasum TNI Laksdya TNI Didit Ashaf Herdiawan dalam memandu rapat tersebut.

“Kami ingin penyelenggaraan sail yang kedelapan ini berbeda dengan yang sebelumnya. Penyelenggaraan ini harus lebih ramai dan meriah dengan menghadirkan beberapa lomba agar sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa pemenang,” ujar Rizal dengan lantang.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu mengungkapkan perhelatan sail ini akan berlangsung pada bulan Oktober 2016 mendatang yang dilaksanakan di empat propinsi (Kepri, Jambi, Bangka-Belitung, dan Kalbar).Sedangkan acara puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober bertepatan dengan Sumpah Pemuda di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Rizal berharap, event ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat  terutama dari sektor pariwisata. Selanjutnya budaya bahari juga akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan program lima pilar pembangunan maritim Indonesia.

“Bangsa pemenang adalah bangsa yang tangguh, kompetitif dan memiliki kebudayaan bahari. Sebagaimana sejarah dahulu, di Karimata tempat bertemunya kebudayaan Dayak, Melayu dan China, dan yang pasti bercorak bahari,” tandasnya.

Dia menerangkan, dalam acara tersebut, nanti akan digelar kompetisi internasional yacht, kapal naga dan kapal tradisional. Tak hanya itu, Rizal menuturkan akan menggelar kompetisi internasional tekstil, durian, dan sambal internasional.

“Event ini juga akan dimeriahkan dengan kompetisi durian. Masa cuma Malaysia, kita juga punya banyak durian yang  top. Apalagi sambal kita yang sudah terkenal ke penjuru dunia, juga akan dilombakan di sini,” ungkap dia.

Kendati demikian, Rizal menampik jika visi sebagai bangsa pemenang dalam sail ini terkait dengan konflik Laut China Selatan. “Tidak ada kaitannya, maksudnya bangsa pemenang itu tadi, kita memiliki keunggulan dalam berkompetisi karena sail kali ini marak dengan perlombaan,” selorohnya.

Diakui oleh Rizal, kendala pelaksanaan tersebut saat ini masih seputar perhotelan. Dia mengaku untuk menyiasati kendala tersebut, pemerintah telah meminta kapal perang TNI (KRI) dan kapal Pelni sebagai hotel apung.

Rencananya, acara ini akan dihadiri oleh ratusan wisatawan mancanegara plus media asing untuk meng-expose event ini secara besar-besaran.

“Saya sudah minta dengan Humas untuk mengangkut juga wartawan-wartawan asing, seluruh akomodasinya kita yang tanggung,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasum TNI Laksdya TNI Didit Ashaf Herdiawan menyatakan TNI akan mendukung apa pun yang menjadi program pemerintah. Hal itu sesuai dengan tugas TNI dalam peraturan perundangan.

“Tentunya kita akan menyiapkan segalanya yang diperlukan oleh pemerintah, termasuk soal keamanan akan kita jamin,” pungkas Didit. (Tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *