
MNOL, Nusa Dua – Perhelatan The 30th International Association of Ports and Harbors (IAPH) World Ports Conference di Bali Nusa Dua Convention Center, 7 – 12 Mei 2017 merupakan ajang berbagi informasi dan pengalaman. Diharapkan tercipta kolaborasi pelabuhan dunia melalui investasi, penerapan sistem digitalisasi, smart port, dan chain port (chain log). “Chain port itu mutlak butuh kolaborasi,” jelas Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Elvyn G Masassya di sharing sessions IAPH WPC di Bali, Kamis (11/5).
CEO Port of Hamburg, Jens Meier menerangkan, mengenai tantangan transformasi digital di era globalisasi pada sessions The 30th IAPH World Ports Conference, bahwa penerapan sistem digital di pelabuhan menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan produktifitas. Adalah pertukaran data digital (informasi) yang akan mempertemukan seluruh pelabuhan dunia, sebab pasar membutuhkan sistem digitalisasi. Sebagai sistem terbuka dan para pelaku usaha tidak harus bersentuhan langsung.
Selain digitalisasi untuk efisiensi, pentingnya penerapan pola Chain Port atau Chain Log yang terdiri dari beberapa kelompok kerja dengan menggunakan sistem Door to Door. Dimana pola tersebut sangat membantu bagi wilayah pelabuhan yang terbatas, tanpa harus memperluas kawasan handling tapi mampu menaikkan throughput bongkar muat.
President IAPH yang juga CEO Port of Barcelona, Santiago Garcia Milla mengatakan, bahwa pelabuhan modern harus beralih ke sistem Chain Log dengan Door to Door. Strategi diperlukan dengan melakukan pendekatan pasar yang berkelanjutan. Menciptakan nilai tambah bukan biaya tambah. Implementasi dari port competitive adalah menciptakan jaringan efisiensi, lalu tentukan arah kita mau kmana? Ada Smart port atau Digital port.
Akhirnya melalui ajang IAPH World Ports Conference, semua peserta diharapkan dapat bertukar informasi dan pengalaman antar pelabuhan anggota IAPH, sehingga Digital Port dan Smart Port dalam rangka efisiensi dan produktifitas suatu pelabuhan terwujud. (Bayu/MN)






