
MN, Jakarta – Memasuki tahun 2017 ini, Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus Pusat guna membahas program yang berkelanjutan. Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung CINAPS, Cikini, Kamis, (26/1/17).
Ketua Umum APMI, Reynaldi Bahri Tambunan membuka rapat tersebut dengan memprioritaskan target pembangunan dan pembinaan pemuda maritim di berbagai daerah. “Memasuki tahun ini kita harus tingkatkan pembinaan pemuda maritim dengan berbagai kegiatan,” ungkap Reynaldi.
Tentunya, dalam proses pembinaan tersebut, Reynaldi menginstruksikan agar pengurus-pengurus APMI di daerah membuka diri dengan Pemda setempat, stakeholder terkait dan masyarakat.
Sehingga spektrum pergerakan APMI semakin dikenal oleh masyarakat. “Berkreativitas dan berinovasi lah semaksimal mungkin guna membesarkan APMI khususnya dan kemaritiman Indonesia pada umumnya,” imbuh lulusan Kelautan Undip ini.
Selanjutnya, Sekjen APMI Ahlan Zulfakri dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa di tengah terjadinya isu-isu dalam konstelasi politik nasional, APMI tetap konsisten dalam mengawal kebijakan maritim nasional.
“Salah satu yang menjadi concern APMI ke depan selain masalah pembinaan adalah masalah keselamatan di laut yang tak urung tuntas. Kemudian isu kedaulatan nasional terkait konflik Laut China Selatan dan masalah kawasan Asia Pasifik pasca terpilihnya Trump sebagai Presiden AS,” ujar Ahlan yang juga sebagai praktisi kemaritiman ini.
Di bidang lingkungan, APMI juga akan fokus mengurusi permasalahan sampah di laut yang menjadi program prioritas dari Deputi IV Kemenko Kemaritiman. Di berbagai daerah, APMI akan melaksanakan kegiatan menanam mangrove bersama pemuda dan stakeholder setempat.
“Pada intinya APMI terus mendukung visi besar pemerintah, poros maritim dunia dengan menjalankan pilar pembangunan maritimnya yakni budaya, pengelolaan SDA kelautan, konektivitas, diplomasi dan hankam,” beber Ahlan.
Ketua Bidang Geopolitik, Hukum dan Keamanan, Hendry Ariwibowo menyatakan bahwa bidangnya merupakan konvergenitas dari keseluruhan isu yang akan dikawal oleh APMI. Pembahasan isu tersebut akan terwadahi dalam Maritime Learning Center (MLC) yang tahun ini akan digalakan di Perguruan Tinggi di Jabodetabek terlebih dahulu.
“Selain mengajak para mahasiswa untuk ‘melek’ isu maritim, wadah itu juga dalam rangka menjalin hubungan APMI dengan para stakeholder, karena mereka akan dilibatkan sebagai narasumber,” terang Hendry.
Perjalanan tahun 2016, APMI baru sekali menggelar diskusi maritim dalam bentuk Maritime Learning Center dengan menghadirkan Staf ahli Kemenko Polhukam bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Laksda TNI Surya Wiranto yang membahas konstelasi Laut China Selatan.
Agenda rapat ini juga dihadiri perwakilan dari Provinsi NTB yakni Ma’ruf selaku bendahara yang sedang ada kunjungan kerja ke Jakarta. Ma’ruf menyampaikan perkembangan Komda NTB yang sudah mendapatkan SK resmi dari APMI Pusat sangat progresif dalam menggelar berbagai kegiatan.
Ia menyampaikan bahwa kehadirannya dalam agenda rapat awal tahun ini, harapannya dapat menjadi penyemangat kawan-kawan Komda NTB untuk senantiasa bergerak dalam membangun maritim Indonesia.
NTB merupakan provinsi maritim yang terdiri dari pulau-pulau kecil yang mana memiliki potensi yang cukup besar. Untuk itu, hadirnya APMI di NTB sebagai sebuah stimulus agar pemuda dapat memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan maritim di NTB,” ungkap Ma’ruf.
Dalam bidang riset teknologi, ke depan APMI akan memperkuat basis-basis riset sesuai dengan kurikulum kemaritiman. Perlu diketahui, APMI merupakan salah satu lembaga yang ikut terlibat dalam penyusunan kurikilum tersebut,” ujar Wasekjen, Kaisar Akhir dalam rapat itu.
Untuk masalah internal, APMI akan memperbaiki sistem pendataan anggota dan SOP yang ke depan akan menjadi acuan bagi para Komda di setiap daerah. “Dengan adanya standar yang kuat, Komda harus semakin banyak memiliki anggota,” tandas Ketua Bidang Organisasi dan SDM, Asep Akmal Aonullah.
Agenda ini juga dihadiri oleh salah satu Dewan Pembina APMI, Guspiabri Sumowigeno yang juga merupakan Sekretaris Lembaga dan Direktur Kajian Politik CINAPS. Dalam penjelasannya, Guspi biasa akrab disapa mengimbau agar APMI terus berkarya dan berkreativitas di tengah gejolak politik yang semakin panas ini.
“APMI akan menjadi barang yang cukup seksi ke depannya. Tenta akan banyak dilirik oleh orang untuk berbagai kepentingan. Maka dari itu saya minta untuk ketua agar berhati-hati dalam membawa laju organisasi ini,” pungkas Guspi. (Tan/MN)






