
MN, Jakarta – Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang diperkirakan pada tanggal 10 – 16 Juli 2018 akan terjadi cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang 4 sampai 6 meter dan hujan lebat di perairan Samudera Hindia Barat, Pulau Enggano, hingga Selatan Jawa Barat.
Pemerintah mengeluarkan Maklumat Pelayaran, mengingatkan kepada seluruh Syahbandar untuk tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pemenuhan aspek keselamatan pelayaran mengingat cuaca ekstrim yang terjadi di sebagian perairan Indonesia pada tujuh hari kedepan.
Dirjen Hubla Kementerian Perhubungan, Agus Purnomo meminta Syahbandar harus melakukan pemantauan ulang setiap hari terhadap kondisi cuaca di masing-masing lingkungan kerjanya dan menyebarluaskan informasi cuaca terkini kepada nakhoda kapal dan pengguna jasa.
“Pengumuman pemantauan kondisi cuaca terkini harus ditempelkan di terminal-terminal penumpang atau di embarkasi dan debarkasi pelabuhan,” ujar Agus Purnomo, Rabu (11/7).
Ditegaskan oleh Dirjen Hubla, apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran maka pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) oleh pihak Syahbandar agar ditunda hingga cuaca memungkinkan untuk memberangkatkan kapal.
“Kegiatan bongkar muat barang juga diawasi secara berkala, memastikan kelancaran dan ketertibannya. Muatan yang naik kapal harus dilashing serta tidak overdraft, agar stabilitas kapal tetap baik,” pungkasnya.
(Bayu/MN)






