MaritimNews, Pontianak – TNI AL kerahkan 3 kapal perangnya (KRI) yakni KRI Teluk Gilimanuk, KRI Teluk Bone, dan KRI Teluk Banten ke Kalimantan guna mengangkut pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Kamis (21/1/16). KRI teluk Gilimanuk sudah sandar di Dermaga Lantamal XII Pontianak sejak pagi tadi. Sementara 2 KRI lainnya diperkirakan malam ini baru tiba di Kalimantan setelah pati tadi bertolak dari Surabaya.
Menurut keterangan yang diterima Maritimnews.com dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), diperkirakan ribuan anggota eks Gafatar masih berada di Kalimantan dan akan dipulangkan ke Jawa menggunakan 3 KRI tersebut.
Kadispenal Laksma TNI M Zainudin menerangkan hasil pantauan di lokasi penampungan Pontianak sementara ini berjumlah 1.119 Jiwa dengan rincian: 318 KK, 370 Laki-Laki, 312 Perempuan dan 437 anak-anak. Keseluruhan berasal dari kamp Gafatar di Kab. Mempawah. “Saat ini para pengungsi eks Gafatar sudah dievakuasi di Bekang Kodam XII/Tanjungpura,” ujar Kadispenal.
Lebih lanjut Kadispenal menjelaskan untuk yang berada di Kabupaten Kubu Raya, proses evakuasi eks anggota Gafatar berasal dari RT 03/11 Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kec. Sui Raya berjumlah 186 jiwa terdiri dari 58 KK meliputi 57 laki-laki dewasa, 64 perempuan, 65 anak-anak. Saat ini ditempatkan di Kompi Senapan B, Yonif 643/WNS, Jl. Adi Sucipto, Sungai Raya.
Masih kata Kadispenal, direncanakan proses evakuasi anggota eks Gafatar dari Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang telah dilaksanakan pada hari ini 21 Januari 2016. Dengan total sebanyak 270 Jiwa, 64 KK akan dibawa ke penampungan sementara di Bekang Kodam XII/TPR di Pontianak.
Selanjutnya, keputusan Bupati Landak terkait eks anggota Gafatar bahwa sebanyak 50 orang (15 KK) yang berada di Desa Hilir Kantor, Kec. Ngabang tidak akan dievakuasi, Bupati menjamin keamanan dan akan dilakukan pembinaan intensif dari Kemenag dan pengawasan ketat dari Pemda dan aparat keamanan.
Di Kapuas Hulu, data sementara eks anggota Gafatar di kabupaten ini berjumlah 33 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 104 jiwa terdiri dari 14 KK dengan jumlah 43 jiwa, sedangkan di Kec. Semitau berjumlah 19 KK dengan rincian 61 jiwa.
Di akhir penjelasannya, lulusan AAL tahun1987 itu mengutarakan kegiatan KRI Teluk Giliamanuk yang sudah bersandar di Dermaga Lantamal XII selanjutnya akan menunggu arahan berikutnya setelah berkoordinasidengan Pangdam Tanjungpura dan Pemda setempat. “Saat ini kegiatan kapal menyiapkan tenda pasukan dan akomodasi lainnya,” pungkas Kadispenal.
Gafatar dinyatakan sebagai organisasi sesat oleh pemerintah pasca banyaknya pengaduan masyarakat yang kehilangan sanak familinya terkait aktivitas kegiatan organisasi ini. Organisasi yang awalnya dipimpin oleh Ahmad Mossadeq ini menyebarkan ajaran yang menyimpang pada Aqidah Islam dan filosofi kenegaraan NKRI yakni, Pancasila. Saat ini anggota Gafatar telah tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua.






