Maritimnews, Surabaya – Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono, S.E., melepas keberangkatan 20 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir untuk mengikuti Latihan dan Praktek (Lattek) Pendidikan Komando (Dikko) di Lapangan Sambar Galang, AAL Bumimoro Surabaya pada hari ini, Jumat (29/1). Pada acara tersebut, turut hadir Wagub AAL Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M., Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL Kolonel Laut (P) Soetrisno Sandi Asmara, S.T., Danmen AAL Kolonel Laut (S) Dr. Ivan Yulivan, S.E., M.M., para pejabat Utama AAL, serta para Perwira Pendamping Taruna.
Pendidikan Komando (Dikko) adalah merupakan tahap yang harus dilalui oleh Taruna AAL, khususnya Korps Marinir sebelum mereka menyandang ‘Korps Baret Ungu’. Dikko ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan kemampuan dan ketrampilan dasar komando kepada Taruna AAL secara perorangan maupun secara kelompok dalam situasi pertempuran aspek darat, laut dan aspek khusus sehingga mempunyai kemampuan dasar komando.
Selama kurang lebih 85 hari, 20 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir akan akan melaksanakan lima tahap latihan yang meliputi tahap laut, tahap dasar komando, tahap hutan, tahap gerilya lawan gerilya dan tahap lintas medan di Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, Sidoarjo dan Surabaya.
Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono, S.E. dalam sambutannya berpesan kepada para Taruna AAL agar dapat mengaplikasikan teori yang sudah didapat di kelas sebagai modal awal untuk melaksanakan latihan ini, terutama dalam hal mengendalikan anak buah dan menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya pada situasi medan yang menantang dan cuaca yang berubah-ubah.
“Selain itu, pasukan dalam hal ini Marinir, sebagai salah satu komponen dalam SSAT yang memiliki kualifikasi prajurit laut pasukan pendarat, kalian harus profesional. Lima tahap latihan yang direncanakan harus dapat dilaksanakan oleh setiap Taruna Marinir,” tegas Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono, S.E.

Kepada taruna, Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono, S.E., menekankan agar mengutamakan keselamatan dan keamanan personel, material serta dapat menciptakan suasana zero accident serta memperhatikan faktor kedisiplinan, ketelitian dan kecermatan dengan sebaik-baiknya. “Siapkan mental dan fisik dengan baik agar mampu menghadapi berbagai macam kegiatan dan problem latihan,” ujarnya.
Sedangkan kepada para pelatihnya, Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC. Lelono, S.E. menekankan agar dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. “Saya percayakan untuk melatih para Taruna, terlebih pengetahuan dan kemampuan profesinya. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, tingkatkan purba jaga demi keamanan dan keselamatan personel dan material,” tegasnya.
Dengan Lattek Dikko ini, diharapkan para Taruna memiliki kecakapan dan ketrampilan pertempuran pada satuan kecil aspek darat dan laut, memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur di daerah hutan dan gunung, memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik gerilya lawan gerilya serta memiliki kemampuan kesamaptaan han march.






