
Maritimnews, Lebanon – Tidak hanya profesional sebagai prajurit yang sehari hari bergelut dengan senjata dan tugas-tugas militer saja. Ternyata, di sisi lain prajurit TNI khususnya TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H Unifil/KRI Bung Tomo-357 juga bisa sebagai Diplomat seni dan budaya Indonesia. Hal itu telah dibuktikan dengan gebrakan yang memukau jutaan pemirsa di studio salah satu TV swasta di Lebanon LBCI, Rabu (10/02/2016).
Meskipun sehari-hari personel KRI TOM-357 dihadapkan pada upaya untuk mewujudkan suasana damai khususnya di Area of Maritim Operation dalam situasi dengan tingkat eskalasi meningkat, namun penampilan para prajurit begitu menghipnotis jutaan pemirsa yang tersebar di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.
Penampilan kesenian yang dibawakan oleh para Prajurit KRI Bung Tomo-357 ini mendapat sambutan yang meriah dari penonton. Terlihat penonton begitu antusias menyaksikannya dan gemuruh tepuk tangan menyertai sepangjang penampilan.
Beberapa tarian Indonesia yang erhasil dibawakan oleh personel KRI TOM-357 antara lain Tim Rampak Gendang, Tari Saman dan Band Five Seven Band yang menampilkan sebuah lagu Lebanon yaitu ‘Gheirik Ma Bekhtar’. Selanjutnya ada Suara emas Serda Eta Yusuf Sumadi Sastra dipandu dengan hentakan musik Band yang berkolaborasi dengan Rampak Gendang dan penampilan Tari Saman.
Sontak, penampilan itu tidak disangka-sangka dan memikat dari penonton yang menyaksikannya di studio. Pembawaan lirik lagu bertema Arabic kolaborasi seni tradisional Indonesia itu dikemas dengan baik dan rapih kendati di tengah suasana siaga.
Kepada maritimnews.com, Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H Unifil Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T mengaku bahwa latihan yang dilakukan secara intensif dari anak buahnya telah menghasilkan memuaskan.
“Latihan yang dilaksanakan terus menerus akhirnya dapat lolos audisi yang ketat oleh pihak LBC TV sampai dengan tampil dalam acara utama tersebut,” ujarnya dengan bangga.
Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1993 itu mengutarakan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk penjabaran Peran Universal Angkatan Laut “Universal Role” yaitu Military, Diplomatic and Constabulary Role.
“Dalam tatanan internasional, kehadiran KRI Bung Tomo-357 di setiap kesempatan harus memiliki dampak strategis bagi kredibilitas Indonesia. Sebagai Duta Militer yang tergabung dalam Unifil menjadi salah satu unit atau participant Peace Keeping Operation, telah menunjukkan kelasnya dengan rating tertinggi dalam pelaksanaan Hailling di Area of Maritim Operations dan disegani oleh sesama unit MTF dari negara lain,” paparnya.
Masih kata Yayan, dalam peran Diplomasi, telah ditunjukkan dengan penampilan seni dan budaya yang dapat diterima oleh pemirsa. “Tidak hanya itu saja, Prajurit Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H Unifil/KRI Bung Tomo 357 cukup akrab dengan masyarakat Lebanon yang berada di sekitar Pelabuhan Beirut. Salam khas “Garuda….Garuda …” dengan senyum akrab selalu disampaikan dalam membalas sapaan,” tambahnya.
Di akhir uraiannya, Yayan menyatakan nyanyian mars selalu terdengar mengiringi derap langkah prajurit saat lari bersama di sekitar pelabuhan di mana hal tersebut merupakan suatu yang langka terdengar di Lebanon. Menurutnya, upaya tersebut cukup efektif dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kredibitilatas.
“Sikap tegas dan ketidak berpihakan selalu ditampilkan dalam pelaksanaan tugas sebagai Peace Keeper,” pungkas Yayan
Penampilan itu pun disaksikan pula oleh Duta Besar Indonesia yang berkuasa penuh untuk Lebanon, Achmad Chozin Khumaidy. Dirinya begitu mengapresiasi penampilan kesenian yang telah ditampilkan oleh para prajurit KRI Bung Tomo-357.
“Prajurit KRI Bung Tomo-357 bisa menampilkan musik Arab, yang notabene masih asing bagi kita, tetapi prajurit KRI Bung Tomo-357 bukan hanya menjalankan misi pemeliharaan perdamaian dunia namun telah menunjukkan kelasnya sebagai diplomat seni dan budaya sebagai duta bangsa yang andal,” pujinya.
Dengan adanya penampilan tersebut, rating Indonesia dan TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian semakin meningkat dan membuktikan bahwa negeri ini merupakan negeri yang kaya kebudayaan dan terkenal akan keramahannya.
Sementara itu, LBCI merupakan salah satu TV swasta di Lebanon yang didirikan pada tahun 1992 dan mempunyai rating tinggi dalam industri televisi di Lebanon. Kemungkinan besar, penampilan dari paraprajurit KRI TOM-357 itu akan menggiurkan stasiun-stasiun TV Lebanon lainnya.
Wow, Selamat bertugas dan menjadi Selebritis dadakan para prajurit KRI TOM-357, prajurit kebanggan NKRI!






