Jakarta (Maritimnews) – Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif, dan berefek ekosistem semakin tangguh. Salah satunya melalui implementasi budaya keselamatan (K3) yang terus tumbuh dan memberikan rasa aman bagi para pekerja, pengguna jasa, serta seluruh stakeholder kepelabuhanan.

Untuk itu IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmennya dalam membangun lingkungan kerja pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan bersama program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyelenggarakan Emergency Rescue & First Aid Training bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK, bahwa kegiatan pelatihan TKBM tersebut sekaligus merupakan bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif’.

“IPC TPK secara proaktif mendorong penguatan kompetensi keselamatan kerja, tidak hanya bagi pekerja internal, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional pelabuhan, termasuk TKBM sebagai garda terdepan layanan bongkar muat,” jelas Pramestie di Jakarta, baru-baru ini.

Emergency Rescue & First Aid Training dari IPC TPK adalah membekali peserta dengan keterampilan teknis penyelamatan darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja, mulai dari dasar-dasar first aid, bantuan hidup dasar (basic life support), resusitasi jantung dan paru (RJP), hingga simulasi penyelamatan secara beregu. Peningkatan kapasitas diharapkan meminimalkan risiko fatalitas, sekaligus menjaga kelancaran operasional terminal.

(Bayu Jagadsea/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *