Categories: DiplomasiHL

Organisasi Maritim Internasional Apresiasi Indonesia

Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio (kiri) utusan khusus Kemenhub untuk IMO (Kiri) Bersama Sekjen IMO Kitack-Lim (Kanan)

Jakarta- Indonesia diapresiasi oleh International Maritime Organization (IMO) sebuah organisasi maritim Internasional dalam sidang council ke 117 yang berlangsung pada 5-8 Desember 2016 di London terkait dengan kontribusi Indonesia dalam bidang kemaritiman khususnya terkait dengan perlindungan jalur pelayaran internasional.

Council menyampaikan penghargaan kepada tiga littoral states yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura atas implementasi Cooperative Mechanism for The Straits of Mallaca and Singapore (SOMS), dimana Indonesia menjadi tuan rumah dalam pertemuan CF-TTEG-PCC pada tanggal 26-30 September 2016 di Yogyakarta” Ucap Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio, M.M utusan khusus Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) Republik Indonesia untuk IMO.

Delegasi Indonesia untuk sidang IMO di London 5-8 Desember 2016

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) periode 2012-2015 tersebut menambahkan  bahwa council juga meminta kepada negara anggota IMO untuk tetap memberikan dukungan dan kontribusi dibawah mekanisme tersebut melalui IMO Malacca and Singapore Straits Fund atas program tersebut.

Selain itu, dalam sidang yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jendral IMO, Kitack-Lim, dan dipimpin oleh Jeffrey Lantz dari negara Amerika Serikat dan wakil pimpinan sidang Xiaojie Zhang dari negara RRT tersebut, council mencatat diterimanya negara Belarus sebagai negara IMO yang terbaru, dan menjadikan total negara anggota IMO menjadi 172, dimana total associate member tidak berubah yaitu sejumlah 3 negara.

Terkait dengan langkah Indonesia kedepan setelah berakhirnya sidang ke 117 IMO, Marsetio yang beberapa waktu lalu meluncurkan buku terbaru yang berjudul “Kesadaran Baru Maritim” menyampaikan akan fokus dalam menyusun langkah penguatan dan penegasan posisi Indonesia dalam diplomasi maritim Internasional lewat IMO sebagaimana arahan Presiden Jokowi dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana diplomasi maritim merupakan salah satu pilarnya.

Langkah penguatan tersebut dicerminkan dari kontribusi dan komitmen Indonesia kedepan dalam protection of vital shipping lanes di Selat Malaka, penanganan terhadap piracy and armed robbery yang merupakan ancaman gangguan bagi dunia pelayaran Internasional.

Selain itu, Indonesia juga akan melakukan penyiapan legislasi nasional untuk implementasi konvensi dan amandemen instrumen internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia, termasuk Ballast water management convention yang telah diratifikasi melalui Perpres nomer 132 tahun 2015.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

11 hours ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

13 hours ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

15 hours ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

1 day ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

1 day ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

2 days ago