Jakarta (Maritimnews) – Suasana pagi nan cerah, hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 di halaman Sekretariat Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) Bersatu di kawasan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta digelar deklarasi Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, yang dihadiri Wamen HAM RI Mugiyanto Sipin, Komisaris PT Pelindo (Persero) Arief Poyuono dan Komisaris Independen PT Pelindo (Persero) Ilhamsyah.
Deklarasi tersebut menimbulkan pertanyaan, ada misi apakah dibalik berdirinya Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia yang diusung beberapa organisasi Serikat Pekerja, termasuk oleh SPPI Bersatu?
Menjawab pertanyaan itu, Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Djusman Umar menjelaskan kepada Maritimnews di Jakarta, deklarasi pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia bertema “Pelabuhan Rumah Kita, Mari Jaga Bersama” menjadi refleksi bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat bekerja, tetapi merupakan rumah besar bagi jutaan pekerja maritim yang menjaga pintu gerbang utama aktivitas ekonomi Indonesia.
“Deklarasi merupakan tonggak komitmen buruh pelabuhan dalam menjaga keberlangsungan, serta masa depan sektor maritim Indonesia. Disinilah semangat menjaga pelabuhan sebagai rumah bersama,” tegas Djusman Umar.
Melalui wadah ini, pekerja pelabuhan berkomitmen untuk;
• Berperan aktif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional pelabuhan demi menjaga “rumah bersama” tetap berjalan optimal.
• Menjadi mitra konstruktif pemerintah, DANANTARA dan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan dalam memperkokoh tata kelola logistik nasional.
• Mendukung pengembangan kompetensi SDM pelabuhan, sehingga pekerja Indonesia mampu bersaing dalam standar global.
• Membangun lingkungan kerja pelabuhan yang aman, harmonis, tangguh bencana, profesional, dan berdaya saing internasional, sekaligus menjadi tuan rumah yang menjaga asset Nasional.
(Bayu Jagadsea/MN)






