Oleh: Karnali Faisal (Pemerhati Kemaritiman)
Di tengah riuh dinamika industri migas dan maritim nasional, nama Achmad Muchtasyar berdiri tenang—bukan sebagai figur sensasional, melainkan sebagai teknokrat yang meniti karier lewat kerja sunyi dan konsistensi.
Lahir pada 19 Februari 1973, ia ditempa dari disiplin ilmu yang kokoh. Pendidikan Teknik Perminyakan di Universitas Trisakti (1991–1997) membentuk fondasi teknisnya, sebelum ia menajamkan perspektif manajerial lewat gelar Master of Industrial Engineering di University of New Haven, Amerika Serikat (1998–2000).
Tak berhenti di sana, pada 2020 ia memperluas cakrawala dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bhayangkara Jaya—sebuah langkah yang menegaskan bahwa energi bukan hanya soal sumur dan pipa, tetapi juga tata kelola dan regulasi.
Karier profesionalnya dimulai di ExxonMobil pada 2001–2003 sebagai Procurement Service Analyst. Di titik awal itu, ia belajar membaca denyut korporasi global: efisiensi, presisi, dan disiplin sistem.
Dari sana, ia melangkah ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), mengisi berbagai jabatan strategis. Pada 2011–2013, ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Pengadaan Wilayah II (Senior Manager of Procurement Area II), posisi yang menuntut ketegasan dalam memastikan rantai pasok berjalan tanpa cela—di sektor yang tak mengenal kompromi terhadap keterlambatan dan kesalahan.
Jejaknya berlanjut di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Di lembaga inilah kapasitas manajerial dan teknisnya teruji dalam proyek-proyek besar. Ia menjabat sebagai Kepala Dinas Manajemen Proyek (Senior Manager Project Management) serta Senior Manager of Engineering Muara Bakau Project Accelerating Unit—posisi yang identik dengan percepatan proyek strategis hulu migas.
Di tangan-tangan seperti inilah, proyek tak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi berubah menjadi infrastruktur nyata yang menopang ketahanan energi nasional.
Tahun 2015–2016, ia merambah sektor industri penunjang migas sebagai Chief Business Development Officer PT Bakrie Metal Industry, perusahaan pipa baja milik Bakrie Brothers.
Di sini, perspektifnya meluas: dari regulator dan pengelola proyek menjadi penggerak ekspansi bisnis. Pengalaman lintas sektor ini memperkaya sudut pandangnya tentang ekosistem energi—bahwa hulu, hilir, dan industri pendukung adalah satu tarikan napas yang tak terpisahkan.
Pada 2019–2020, ia mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Perhubungan, dengan spesialisasi layanan transportasi laut, kemaritiman, dan tol laut. Peran ini menunjukkan fleksibilitas sekaligus kapasitas strategisnya dalam melihat energi sebagai bagian dari konektivitas nasional.
Tahun 2020, ia ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Rekayasa Industri, sebelum kemudian dipercaya menjadi Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara (PGN) periode 2021–2023.
Di PGN, ia berada di jantung transformasi infrastruktur gas nasional—sektor yang menjadi tulang punggung transisi energi Indonesia.
Achmad Muchtasyar bukan sekadar deretan jabatan dalam curriculum vitae. Ia adalah potret teknokrat yang bergerak dari ruang pengadaan, meja manajemen proyek, hingga kursi direksi—membentang dari hulu migas hingga infrastruktur gas dan kemaritiman.
Dalam lintasan lebih dari dua dekade, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan di sektor strategis tak selalu harus lantang. Kadang, ia hadir dalam ketekunan, ketelitian, dan keberanian mengambil tanggung jawab di titik-titik krusial pembangunan energi bangsa.
Kini Achmad Muchtasyar diamanahi sebagai Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan yang sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
(dari Berbagai sumber)
Jakarta (Maritimnews) - Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC Terminal Petikemas…
Pagar Alam (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi…
Jakarta (Maritimnews) - Menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyatakan…
Oleh: Arief Poyuono Sudah lebih dari satu tahun Program Makan Bergizi (MBG) berjalan sejak resmi…
Jakarta (Maritimnews) - Kolaborasi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan TNI Angkatan Laut bakal memperkuat…
Jakarta (Maritimnews) - Suasana pagi nan cerah, hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 di halaman…