Jakarta (Maritimnews) – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC Terminal Petikemas menggelar QHSSE Forum bertema “Defensive Driving” di Museum Maritim Indonesia Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta baru-baru ini, yang menjadi komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan yang dinamis dan berisiko tinggi.

Forum dihadiri Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana, dan dibuka oleh Yandri Trisaputra, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok yang menegaskan, keselamatan operasional harus dimulai dari kedisiplinan individu, keselamatan dimulai dari kedisiplinan diri. Defensive driving bukan hanya soal teknik berkendara, tetapi juga tentang sikap, mental, dan kemampuan mengendalikan emosi ditengah tekanan operasional.

Prinsip Utama Defensive Driving (4A);
-Awareness (Kesadaran): Sadar akan kondisi kendaraan, lingkungan, dan potensi bahaya.
-Alertness (Kewaspadaan): Selalu waspada terhadap pergerakan kendaraan lain di sekitar (blind spot).
-Attitude (Sikap): Mengemudi dengan emosi terkontrol, sabar, dan tidak terprovokasi (tidak agresif).
-Anticipation (Antisipasi): Mampu memprediksi situasi berbahaya sebelum terjadi dan menyiapkan rencana cadangan.

Di area pelabuhan Tanjung Priok sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi mulai dari truk kontainer, reach stacker, RTGC, hingga kendaraan operasional lainnya. Perlu dicermati bersama, bahwa area kerja pelabuhan memiliki tingkat potensi risiko kecelakaan cukup signifikan.

(Bayu Jagadsea/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *