DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) – Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan dukungan aktif terhadap optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah agar dapat terus meningkatkan produktivitas arus barang baik curah maupun petikemas untuk kegiatan ekspor impor.

Menurut Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, Budhi Harjanto, dukungan aktif yang diberikan oleh Jajaran DJBC pada operasional Pelabuhan Internasional Kijing saat ini berfokus pada kegiatan pengawasan dan pemberian pelayanan kepabeanan dan cukai yang prima, efektif, dan efisien.

Disamping itu, jelas Budhi, pihak DJBC Kalimantan Bagian Barat juga mendorong penguatan digitalisasi dan integrasi kepabeanan untuk mengakselerasi arus peti kemas ekspor-impor di Pelabuhan Internasional Kijing agar pelayanan dapat lebih efisien dan memudahkan para pengguna jasa kepelabuhanan.

“Dorongan penyiapan aspek teknis oleh Jajaran DJBC Kalimantan Bagian Barat terus dilakukan melalui sinergi penguatan operasional di Pelabuhan Internasional Kijing,” tutur Budhi Harjanto kepada Maritimnews di Pontianak, Kamis (1510).

Budhi menegaskan, bahwa sinergi dan penerapan otomatisasi pelabuhan, mencakup beberapa kebutuhan operasional layanan pelabuhan yang optimal, seperti TPS Online, Autogate System, Single Submission (SSm) Pengangkut, serta SSm Quarantine-Customs Joint Inspection, dan penerapan Single Truck Identification Document (STID).

Jajaran DJBC Kalimantan Bagian Barat erat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pelindo, Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten, Kementerian Perhubungan, TNI/Polri, dan instansi teknis terkait lainnya untuk memangkas dwelling time, meningkatkan efisiensi bongkar muat, memperkuat sarpras pendukung pelabuhan, serta menjamin kelayakan armada angkutan logistik.

“Operasional Pelabuhan Internasional Kijing yang telah melayani penerimaan peti kemas ekspor dan impor, membuka prospek optimis perdagangan internasional Kalimantan Barat cukup cerah. Meskipun penataan infrastruktur penunjang eksternal, seperti relokasi jalan operasional, pemanfaatan lahan industri, serta rencana konektivitas tol dan kereta api masih tahap pematangan namun potensi pertumbuhan arus peti kemas tetap besar,” pungkasnya.

(Bayu Jagadsea/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

2 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

3 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago