Categories: TNI AL

Angkut Pengungsi Gafatar, Hari ini KRI Teluk Banten-516 Bertolak dari Pontianak

 

Maritimnews, Pontianak – KRI Teluk Banten-516 mengangkut 715 orang pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Senin (25/1) berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Direncanakan kapal akan tiba di dermaga Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (26/1).

Berdasarkan informasi yang diterima Maritimnews.com dari Dispen Kolinlamil, pemberangkatan KRI Teluk Banten-516 tersebut dilepas oleh Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Agung Risdianto dengan didampingi Komandan Lantamal XII Pontianak Brigjen TNI (Mar) Muhammad Hari. Selain itu juga dihadiri oleh Perwakilan Polda Kalimantan Barat, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ristiadi dan pejabat FKPD lainnya.

Sebelumnya, 350 pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)  sudah diberangkatkan pulang menggunakan KRI Teluk Gilimanuk-531 dari Pelabuhan Dwikora Pontianak menuju Semarang, (Minggu, 23/1).

Upaya pemulangan para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan sejumlah kapal perang milik TNI AL yang saat ini sudah maupun berada di sekitar perairan Pontianak, Kalimantan Barat.

Hal ini merupakan salah satu bentuk tugas TNI AL dalam operasi militer selain perang (OMSP). Sesuai Undang – undang Nomor 34 tahun 2004 tentang tugas pokok TNI disebutkan ada tiga tugas utama TNI yaitu, menegakkan kedaulatan negara,  mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan.

Tugas pokok tersebut dilaksanakan melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). OMP berarti berperang melawan tentara negara lain. Sementara Operasi Militer Selain Perang (OMSP) terdiri dari 14 butir. Operasi Militer Selain Perang misalnya, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue).

KRI Teluk Banten-516 sering dikedepankan dalam operasi militer utama. Selain kodratnya sebagai wahana penghantar tank amfibi dan pasukan Marinir, KRI Teluk Banten 516 beberapa kali dipercaya sebagai kapal markas. Salah satunya pada operasi Aru Jaya di tahun 1992 untuk menghalau masuknya kapal feri asal Portugal Lusitania Expresso yang berniat masuk ke perairan Timor Timur.

KRI Teluk Banten-516 memiliki deck helipad yang cukup besar, bisa didarati helikopter sedang. Dalam pelayaran, helikopter sekelas NAS-332 Super Puma pun tak masalah mendarat di helipadnya. Perlu dicatat, hingga tahun 2005, tepatnya sebelum era LPD hadir, boleh dibilang fasilitas kapal perang TNI AL dengan helipad luas plus hangar berukuran besar memang hanya dipegang oleh jenis LST ini.

Meski masuk dalam Teluk Semangka Class, tapi KRI Teluk Banten-516 masuk dalam varian komando. Varian ini dicirikan dengan adanya superstructure berupa hangar yang desainnya cukup besar. Di dalam hangar ini bahkan dapat memuat 2 helikopter sekelas NBell-412 atau Super Puma dalam kondisi baling-baling dilipat. Sementara untuk deck heli hanya mampu menampung 1 unit heli ukuran sedang/berat.

Di varian komando ini hanya dapat membawa 2 unit LCVP(Landing, Craft, Vehicle, Personnel). Sementara untuk elemen persenjataan, terdapat dua pucuk kanon Bofors 40 mm pada haluan. Dan uniknya 2 pucuk kanon Bofors 40 mm pada ujung haluan tidak dilengkapi dengan penutup pelindung (terbuka). Ada lagi dua pucuk kanon 20 mm buatan Rheinmetall, dan 2 pucuk SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm. Untuk sistem navigasi, menggunakan jenis radar JRC dan Raytheon.

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Insiden Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Tidak Bisa Hanya ABK yang Bertanggung Jawab

Jakarta (Maritimnnews) - Pasca tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa beberapa waktu…

13 minutes ago

Masa Depan Ekonomi Hijau Di Industri Maritim

Penulis: Arief Poyuono SE.M.Kom - Komisaris Pelindo Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai net-zero…

8 hours ago

Mahasiswa India Kunjungi IPC TPK, Destinasi Studi Banding

Jakarta (Maritimnews) – Berbekal semangat mewujudkan Operational Excellence, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus mengukuhkan…

1 day ago

Mengintip Dapur Pelabuhan! Peserta MAGENTA Tur Eksklusif di IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyambut kunjungan 46 peserta program Magang Generasi…

1 day ago

Pelindo Pangkas Entitas, Model Pengelolaan jadi Active Management

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memutuskan…

2 days ago

TPS dan PSL Hadirkan Dua Unit Container Scanner

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)…

3 days ago