Maritimnews, Lombok – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 kali ini bernuansa bahari yang mendukung visi kemaritiman pemerintah. Melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Pameran Hari Pers Nasional 2016 dibuka di Lombok City Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (6/2/16).
Acara pembukaan untuk rangkaian Hari Pers Nasional 2016 tersebut dihadiri pula oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Margiono, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma TNI M Zainudin dan tokoh pers Bagir Manan.
Rudiantara dalam sambutannya mengatakan bahwa HPN 2016 berperan penting bagi kemajuan kemaritiman Indonesia pada umumnya dan khususnya sektor pariwisata NTB. Penyelenggaraan acara tersebut merupakan kesempatan untuk menyampaikan hal-hal baik di Lombok dan Sumbawa.
Pameran ini merupakan salah satu agenda guna memeriahkan HPN 2016 yang puncak acaranya akan digelar 9 Februari 2016 mendatang di Kawasan Mandalika Resort, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Sebelumnya, para insan pers dengan menggunakan KRI Makassar-591 berangkat dari Surabaya menuju Lombok yang diselingi dengan acara diskusi Kemaritiman bertema ‘Membedah Posisi Indonesia Dalam Persaingan Maritim Dunia’.
Menurut salah satu pembicara, yakni Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad tema tersebut memiliki pesan strategis. Hal itu mengingat posisi geografis Indonesia sangatlah penting dalam jalur perekonomian dunia yang diapit oleh dua benua, dua lautan serta memiliki nilai historis yang dalam.
“Politik dan hukum, Deklarasi Juanda masuk ke konferensi laut internasional 13 Desember sebagai Hari Nusantara dan disepakati oleh PBB (Persetukatan Bangsa-Bangsa),” ujarnya.
Semangat tersebut, terus menggema hingga hari ini dan diimplementasikan dalam wujud poros maritim dunia sebagaimana visi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2014 silam. Harapannya, visi itu akan mengembalikan kejayaan maritim nusantara pada masa Sriwijaya dan Majapahit.
NKRI sebagai Nation State ketiga setelah Sriwijaya dan Majapahit maka tertantang dalam mengembalikan kejayaan maritim tersebut di era abad 21 ini. “Oleh karena itu visi ini tidak ada artinya tanpa bantuan dan dukungan dari rekan-rekan pers dalam mensosialisasikan kemaritiman Indonesia kepada seluruh rakyat,” pungkasnya. (DIT)






