Foto: Infrastruktur Tol laut (BUMN.go.id)
Maritimnews, Jakarta – Dalam pertemuannya dengan Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dakhiri Beberapa hari yang lalu, Indonesia Welding Association (IWA) telah bekerja sama dalam peningkatan kualitas dan sertifikasi para pekerja di bidang pengelasan. Harapan besar yang mencuat dari IWA ini ternyata mendapat dukungan dari Sang Menteri.
Melanjuti hal tersebut, IWA ingin menunjukkan komitmennya dalam mengumpulkan tenaga kerja untuk mendukung proyek pemerintah, yakni pembangunan tol laut dan pembangkit listrik 35.000 megawatt. Hal ini dibuktikan oleh DPP IWA DKI Jakarta yang dipimpin Ronaldo Arland dalam upayanya mendukung program pemerintah.
Ronaldo Arland mengungkapkan bahwa tol laut dan pembangkit listrik 35000 megawatt ini adalah proyek pemerintah yang terbilang sangat besar. Ia berharap dengan adanya proyek ini, banyak para pekerja Indonesia yang turut bergabung dan langsung turun tangan untuk membantu kemajuan negara dalam visi poros maritim.
“Ya harapannya di pengerjaan tol laut dan pembangkit ini, para pekerja banyak yang datang dari orang kita, bukan justru dikuasai oleh orang asing,”ujar Ronaldo.
Meninjau hubungannya dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Manaker menyatakan hal itu dapat dijadikan kesempatan untuk para pekerja dari Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Namun, di sisi lain juga bisa menjadi bumerang buat para pekerja kita sendiri di tanah air. Sebab jika pekerja kita tidak dapat bersaing, maka bukan tidak mungkin tanah air akan dikuasai oleh para pekerja asing.
Oleh karena itu, DPP IWA DKI ingin mengajak para pekerja khususnya yang memiliki keahlian di bidang pengelasan dan NDT (Not Destructive Testing-red) untuk mengisi form yang ada pada tautan berikut: http://goo.gl/forms/7wOrtGTbC5. Form ini nantinya akan diserahkan untuk Kemenaker dan Kememperin sebagai pendataan.
Batas pengisian form tersebut paling lambat hari Senin, 7 Maret 2016. Dari situ, diharapkan para pekerja yang bergabung akan memiliki kontribusi dalam pengembangan tol laut dan pembangkit listrik Indonesia di tengah derasnya gelombang MEA. (TAN)






