Categories: TNI AL

Meski Dimakan Usia, KRI Teluk Bone-511 Tetap Eksis Dukung Pamrahwan

Keterangan: KRI Teluk Bone-511 tetap eksis lakukan Debarkasi dan Embarkasi meskipun sudah dimakan usia. (Foto: Dispen Kolinlamil) 

 

Maritimnews, Jakarta – Kapal perang milik Kolinlamil kembali melaksanakan dukungan operasi angkutan laut militer dalam rangka mendukung Satuan tugas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan). Giliran KRI Teluk Bone-511 mengangkut pasukan Batalyon dari Batalyon Infanteri 408/Suhbrasta Sragen yang melakukan serah terima tanggung jawab tugas Pengamanan Daerah Rawan kepada Batalyon Armed 12 Kostrad Ngawi di daerah Maluku Utara, Kamis (10/3).

KRI Teluk Bone-511 yang telah mendebarkasikan Yon Armed 12/Kostrad, selanjutnya akan mengembarkasikan Yonif 408/Subhrastra di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate untuk kembali ke markasnya di Sragen.

KRI berjenis LST (Landing Ship Tank) itu berada dibawah pembinaan Satlinlamil Surabaya. Kapal ini membawa Batalyon Armed 12 Kostrad dari Surabaya dan tiba di Ternate pada malam hari. Kemudian pada kapal ini dilaksanakan pemeriksaan barang bawaan oleh tim gabungan intelijen dan personel Polisi Militer.

Setelah pemerikasan, dilaksanakan upacara serah terima Satgas yang dipimpin oleh Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Syafrial. Usai pelaksanaan upacara kemudian dilaksanakan Embarkasi dan Debarkasi personel, materil dan kendaraan. Selanjutnya dilaksanakan pengarahan kepada personel satgas baru oleh Kasi Intel dan Kasi Ops Korem yang memaparkan situasi kondisi Maluku Utara secara global.

KRI Teluk Bone-511 memang menjadi bagian dari sejarah TNI AL yang termasuk dalam lintasan program MEF (Minimum Essential Force). Meskipun diwujudkan secara update beragam alutsista baru, tetapi pada kenyataan bukan berarti alat perang tua langsung disingkirkan. Sepanjang esensi dan fungsionalitas alat perang masih dibutuhkan, beberapa masih terus digunakan. Di lini armada LST (landing ship tank), masih ada kapal yang tergolong amat sepuh, bila ditakar usianya sudah jauh lebih tua dari anggota TNI AL aktif paling senior sekalipun.

Kapal Angkut Perang Dunia II 

LST 542 Class buatan AS ini, di awal tahun 60-an, turut berperan dalam operasi Trikora. Pada saat itu, TNI AL mulai kebanjiran LST untuk menunjang misi pendaratan amfibi. Berlanjut di tahun 1967, LST 542 yang menjadi pemain di banyak laga Perang Dunia II dan Perang Vietnam kembali berdatangan memperkuat Satuan Kapal Amfibi TNI AL.

Salah satunya KRI Teluk Bone-511. Kecuali KRI Teluk Amboina, semua LST itu merupakan veteran Perang Dunia II, terutama dalam perannya saat operasi pendaratan pasukan Sekutu di pantai Normandia, Perancis pada tahun 1944. Beberapa di antara LST tadi juga ada yang mampir untuk terlibat dalam operasi AS di Perang Vietnam pada periode 1967–1970.

Kini sebagian besar LST 542 Class yang sempat menjadi tulang punggung armada LST sudah dihapus dari inventaris armada TNI AL. Kini, masih ada tiga unit LST 542 Class yang dioperasikan Kolinlamil, yaitu KRI Teluk Amboina-503, KRI Teluk Ratai-509 dan KRI Teluk Bone-511.

Merujuk dari sejarahnya, KRI Teluk Bone-511 yang masuk LST 542 Class bisa digolongkan sebagai light LST. Pasalnya bobot mati kapal ini hanya 1.651 ton, sementara untuk bobot muatan penuhnya bisa mencapai 4.145 ton.

Sebagai perbandingan, LST Frosch Class I bobot normalnya 1.744 ton dan LST Frosch-II bobot normalnya 1.530 ton. Sementara LST terbaru TNI AL, KRI Teluk Bintuni 520, bobot matinya 2.300 ton. Kapal ini punya panjang 100 meter dan lebar 15 meter.

Dapur pacu kapal ini dipercayakan pada 2 unit mesin diesel General Motors 12-567 900HP dengan dua bilah propeller dan dua kemudi. Dari mesin tersebut, dapat dicapai kecepatan maksimum hingga 12 knots (setara 22 km per jam). Soal jarak tempuh, dalam kondisi normal, KRI Teluk Bone-511 bisa menjelajah sampai 24.000 mil (38.624 km), pada kondisi tersebut kecepatan kapal dipatok 9 knots dengan bobot penuh 3.960 ton

Sebagai kapal pendarat amfibi, KRI Teluk Bone-511 dibekali dengan kemampuan angkut cargo. Selain bisa dimuati 17 unit tank pada tank deck (dek bagian bawah), dek utama (dek bagian atas) juga dapat diakses untuk keluar masuk kendaraan. Hal ini dimungkinkan berkat adanya elevator forward setelah pintu pada ramp. Dalam gelar operasi, dek utama kerap ditempati kendaraan pendukung seperti truk, artileri, jip, dsb. Soal kapasitas muatan bergantung pada jenis misi yang diembannnya. Secara umum LST 542 class bisa dimuati beban antara 1.600 ton hingga 1.900 ton.

Tak hanya menghantarkan tank, KRI ini juga dapat mengangkut pasukan Marinir yang terdiri dari 16 perwira dan 147 prajurit. Untuk tugas pendaratan pasukan ke bibir pantai. Kapal ini juga tersedia dua unit LCVP (Landing, Craft, Vehicle and Personnel). Untuk  persenjataannya Kapal ini dirancang lebih pada kebutuhan peran dari PSU (penangkis serangan udara), ada dua pucuk kanon twin kaliber 40 mm (di haluan dan di buritan), empat pucuk kanon 40 mm laras tunggal, dan 12 pucuk kanon 20 mm laras tunggal yang semuanya dioperasikan secara manual. Kapal perang ini secara keseluruhan diawaki oleh 7 perwira dan 104 anak buah kapal.

Sampai saat ini, sebagai wujud originalitas, corong komunikasi dari bridge (anjungan) ke kamar mesin masih menggunakan pipa dan bukan radio seperti kapal militer masa kini. Jam, lonceng, instrumen, bahkan lambang kapal asli dari AS masih ada di beberapa kapal-kapal LST eks Perang Dunia II ini.

Keberadaan KRI Teluk Bone-511 yang masih eksis dan tetap dapat beroperasi hingga saat ini tidak terlepas dari upaya-upaya TNI AL dalam rangka mempertahankan kesiapan teknis KRI melalui program Perpanjangan Usia Pakai (PUP). Selama lebih dari 40 tahun setelah memperkuat jajaran kapal perang TNI AL, kapal perang ini banyak dilibatkan dalam operasi militer, baik Operasi Militer Perang (OMP) di Timor Timur maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) lainnya yang bersifat bhakti kemanusiaan. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

2 days ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

3 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

3 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

4 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

6 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

1 week ago