MNOL, Jakarta – Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei serentak diperingati oleh seluruh jajaran TNI AL. Peringatan ini tentunya agar membawa suasana bangsa Indonesia yang saat ini tengah mengalami keterpurukan di setiap sendi kehidupannya tergugah kembali akan nasionalismenya.
Di Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dilaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 108 tahun 2016 di Lapangan Arafuru, Markas Komando Koarmabar, Jakarta Pusat, Jumat (20/5). Upacara yang dipimpin Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., itu diikuti para pejabat utama Koarmabar, seluruh prajurit Dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Koarmabar.
Pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional tersebut, Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) Rudiantara, antara lain mengatakan bahwa salah satu inspirasi yang bisa diserap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.
Amanat itu juga menegaskan bahwa NKRI adalah negara yang berdasarkan Pancasila, di mana menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Wilayah NKRI terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, terdiri dari 17.508 pulau, dihuni penduduk sebeser 254,9 juga jiwa dengan 1.331 suku bangsa, 746 Bahasa Daerah, dengan garis pantai sepanjang 99.093 kilo meter persegi.
Sementara itu di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) juga memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 dengan upacara yang berlangsung di lapangan apel Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta. Upacara dengan inspektur upacara Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H. itu berlangsung dalam suasana cuaca yang cerah sehingga membuat para prajurit jajaran Kolinlamil yang mengikuti upacara tersebut tampak bersemangat.
Dalam upacara memperingati kebangkitan nasional tersebut, bertindak sebagai Komandan Upacara Letkol Laut (PM) Haryanto, S.H. yang sehari-harinya berdinas di Dinas Provos Kolinlamil.
Kaskolinlamil yang mewakili Panglima Kolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa Salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai sebuah organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dengan tampilnya sumber daya manusia yang unggul inilah semangat kebangkitan nasional dimulai.
“Peringatan Kebangkitan nasional inilah harus menjadi momentum bagi kita prajurit TNI AL khususnya di Kolinlamil untuk lebih meningkatkan kualitas SDM kita sebagai prajurit matra laut yang professional,” ujar Kaskolinlamil.
Lebih lanjut disampaikan perjuangan organisasi Boedi Oetomo berlanjut oleh kaum muda pada tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda. Dan melalui perjuangan bersatunya seluruh elemen negara dan komitmen bersama tersebut akhirnya berbuah proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dijelaskan pula komitmen terhadap NKRI ini penting ditegaskan kembali pada kesempatan ini mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya. Selain itu munculnya masalah ketahanan bangsa secara kultural dengan beberapa permasalahan seperti kekerasan dan pornografi terutama pada generasi muda yang akhir-akhir ini mengemuka.
“Medium baru teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif maupun negatif secara cepat dan massif. Hal inilah yang menjadi problem bagi negara kita yang menghadapi masalah kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional,” terang Alumni AAL 1988 ini.
Kaburnya batas-batas wilayah domestik dan internasional akibat teknologi digital ini disatu sisi merupakan potensi pergaulan dan kerjasama saling menguntungkan antar negara, namun juga disatu sisi sebuah kerentanan terhadap penyusupan ancaman keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Pada kesempatan itu pula, Laksamana berbintang satu di pundak ini menyampaikan penegasan dari amanat Menkominfo yang menyitir pernyataan Presiden pertama kita Ir. Soekarno yang menekankan pentingnya membangun karakter bangsa. (Tan)
Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6…
Jakarta (Maritimnews) - Kegiatan rutin donor darah sebagai bentuk komitmen sosial perusahaan atau TJSL (Tanggung…
Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Palembang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,…
Makassar (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi para…
Jakarta (Maritimnews) - Meningkatnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Port of Tanjung Priok berdampak positif,…
Pontianak (Maritimnews) - Seiring menguatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Provinsi Kalimantan Barat, IPC…