Gelar IPO, Sillo Maritime Perdana Sebut Bakal Dapat Proyek Pertamina

MNOL, Jakarta – PT Sillo Maritime Perdana Tbk mengaku akan mendapatkan proyek dari PT Pertamina (Persero) Tbk. Yakni, berupa penyewaan kapal tanker untuk mengangkut minyak.

Namun menurut Direktur Keuangan SHIP, Herjati, proyek tersebut masih dalam pembahasan. “Bentuk kerjasamanya berupa penyewaan kapal tanker, ini masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya saat ditemui wartawan Jakarta, Kamis (16/6).

Pernyataan tersebut terlontar ketika perusahaan berkode saham SHIP itu mengelar jumpa pers saat pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Dalam acara tersebut dihadiri Menteri Perindustrian, Saleh Husin dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto.

Herjati menambahkan, rencana kerja sama itu ditargetkan dapat terealisasi tahun depan. Nantinya,
Sillo Maritime Perdana akan menyewakan kapal tanker yang belum begitu besar. “Mungkin tidak begitu besar sekitar 7.000 sampai 8.000 DWT per day,” ungkapnya.

Sementara itu, Dwi Soetjipto enggan berkomentar banyak soal  rencana kerja sama tersebut.

Dwi yang hadir dalam acara itu karena pertemanan dengan Edi Yosfi menyebutkan, memang pihaknya membutuhkan angkutan untuk mengantarkan minyak dari satu kilang ke kilang yang lain.

“Kerja sama ini belum yah, tapi memang kalau di hulu migas itu untuk kerjasama mengangkut minyak dari satu tempat ke kilang,” pungkasnya.

Pada 16 Juni 2016, perusahaan  pelayaran yang fokus pada jasa armada lepas pantai (off shore) ini melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 600 juta lembar saham, dengan harga saham sebesar Rp 140 per saham.

Saat penjualan awal, saham yang berkode SHIP ini menguat 21,4 persen. Pasalnya, saat itu harga saham SHIP menyentuh harga terendah di level Rp 157 per saham, dan harga tertinggi di level Rp 178 per saham.

Volume transaksi tercatat mencapai 87.000 lot, dengan frekuensi mencapai 211 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 600 juta. Dengan harga pelepasan Rp 140 per saham, perseroan akan meraup dana segar hingga Rp70 miliar.

Dana yang didapat tersebut, sebesar 97 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui akuisisi 50,84 persen saham PT Suasa Benua Sukses (SBS), sedangkan sisanya 10 persen untuk modal kerja.

Dalam aksi korporasi ini perseroan menunjuk PT Lautandhana Securindo dan PT UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin emisi. (RM/MN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *