
MNOL, Ambon – Lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2016 di Pelabuhan Slamet Riyadi, Ambon, mengharuskan pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon menerapkan pengawasan super ketat dalam rangka mengantisipasi membludaknya penumpang pengguna moda angkutan laut terkait aspek keselamatan pelayaran.
Jumlah calon penumpang yang cukup signifikan. Diperkirakan 500 calon penumpang menyesaki dermaga pelabuhan Slamet Riyadi dan menuntut ketersediaan kapal yang akan mengangkut mereka ke Namrole dan Leksula pada musim mudik Lebaran 2016.
“Ketersediaan Kapal untuk melayani rute tersebut sangat terbatas, hanya ada 1 unit kapal Ferry dengan kapasitas angkut 150 penumpang,” jelas Kepala KSOP Ambon, Haekal Marassabesy kepada Maritimnews di pelabuhan Slamet Riyadi usai menemui ratusan calon penumpang yang resah khawatir tidak terangkut Kapal, Sabtu (2/6).
“Jumlah kapal tidakĀ sebanding dengan jumlah penumpang yang membludak dan membutuhkan kepastian apakah mereka bisa ber-lebaran di kampung halaman,” tambah Haekal.
Menjawab keresahan sebagian besar calon penumpang, Kepala KSOPĀ Ambon, Haekal Marassabesy langsung sigap turun ke dermaga dan mendengarkan aspirasi dari penumpang. Saat itu juga KSOP Ambon berkoordinasi dengan posko angkutan laut lebaran tingkat pusat, PT Pelni Cabang Ambon, Pemerintah Daerah dan Stakeholder setempat untuk mendapatkan tambahan armada kapal.
Menindaklanjuti hal tersebut, PT Dharma Indah mengerahkan KM Cantika Lestari 77 yang memiliki daya angkut 400 penumpang, sementara itu PT Pelni Cabang Ambon tetap mensiapsiagakan KM. Sanus 43 guna mengantisipasi kembali terjadinya lonjakan penumpang.
“Saya meminta kepada seluruh penumpang mentaati peraturan. Kapal tidak akan diberangkatkan bila telah melebihi dispensasi penumpang yang diizinkan,” tegas Haekal.
Akhirnya konsentrasi calon penumpang terurai dengan melakukan debarkasi penumpang ke Kapal KMP Tanjung Kabat dengan kapasitas 150 penumpang dan KM. Cantika Lestari 77 dengan kapasitas 400 penumpang. Proses pengalihan penumpukan penumpang telah dilakukan dengan lancar dan tertib sejak pukul 19.00 WIT.
Sabtu malam Minggu tanggal 2 Juli 2016) tercatat mulai pukul 23.00 WIT Kepala KSOP Ambon, Haekal Marassabesy melepas keberangkatan kapal KM. Cantika Lestari 77 dan KMP Tanjung Kabat secara bersamaan untuk bertolak meninggalkan Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menuju Ambalau-Namrole-Leksula. (Bayu/MN)






