
MNOL, Maluku Tenggara – Masyarakat Hukum Adat memiliki karakteristik khas, hidup berkelompok secara harmonis sesuai hukum adatnya, memiliki ikatan pada asal usul leluhur dan atau kesamaan tempat tinggal, terdapat hubungan yang kuat dengan tanah dan lingkungan hidup, serta adanya sistem nilai yang menentukan pranata ekonomi, sosial, budaya, hukum dan memanfaatkan satu wilayah tertentu secara turun temurun.
Dengan semangat di atas Maka Ratschap Nufit Kei Maluku Tenggara melaksanakan Festival Nufit tanggal 21-24 Oktober 2016 di Nufit Maluku Tenggara.
Dalam Festival ini menampilkan Adat istiadat serta budaya Kemaritiman masyarakat setempat seperti Ritual Tabob (Pemanggilan Penyu Belimbing).
Selain itu juga ada Sarasehan Nufit yang menampilkan pembicara dari Pusat Dr.Ir Aryo Hanggono,DEA Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan R.I yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan R.I, Ono Surono Anggota Komisi IV DPR RI, Baharudin Farawowan Ketua DPP KNPI Bidang Maritim serta pembicara lainnya.
Dalam Sambutannya saat usai mengikuti ritual penangkapan tabob (Penyu Belimbing) di Desa Ohoider Tom, Kei Maluku Tenggara (24/10) Aryo Hanggono mengatakan sungguh luar biasa panorama Alam dan kemaritiman di Kepulauan kei Maluku Tenggara .
“Saya ke sini mewakili Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ibu Susi mengirim Salam untuk masyarakat adat Nufit dan Kei pada umumnya beliau belum bisa hadir pada kesempatan ini karena adanya agenda yang tidak bisa di tinggalkan,” ujar Aryo.
Lanjutnya, saat di tengah laut mengikuti ritual penangkapan tabob dia berfikir sungguh luar biasa maha karya Tuhan.
“Seperti budaya kemaritiman yang dimiliki Nufit Kei-Maluku Tenggara ini yang dapat menghadirkan tabob dengan dipanggil oleh pemangku adat disini,” tambahnya.
Aryo juga menjelaskan tentang Program Nawacita Pemerintah Presiden Jokowi tentang menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
Sementara itu, Baharudin Farawowan Ketua DPP KNPI Bidang kemaritiman dalam sambutannya saat pembukaan dialog dengan masyarakat adat Nufit mengatakan DPP KNPI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Rifai Darus dan Sekretaris Jenderal Sirajuddin Abdul Wahab memiliki berbagai Program kerja kemaritiman salah satunya adalah Jambore Poros Maritim Pemuda.
“Pada bulan April lalu kami DPP KNPI telah melaksanakan Jambore Poros Maritim Pemuda di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung program ini sebagai bentuk wujud nyata pemuda Indonesia dalam mengelola dan mengembangkan potensi kemaritiman Nusantara seperti yang ada di Nufit ini,” kata Baharudin.
Lanjut Ketua Yayasan Lentera Evav ini, Selain dirinya ke sini sebagai pembicara dalam Festival Nufit juga sekaligus ingin melihat lebih dekat kemungkinan Maluku Tenggara atau Kota Tual dapat menjadi tuan Rumah Jambore Poros Maritim Pemuda/KNPI ke II mengingat jika jadi yang akan hadir di sini nantinya Ribuan Pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta pejabat tinggi Negara dan Para Gubernur Provinsi Kepulauan.
“Usai acara ini kami akan bertemu dengan teman-teman KNPI di sini serta Pak Bupati Maluku Tenggara dan Pak Walikota Tual untuk silaturahmi membicarakan hal tersebut Kepulauan Kei tahun ini menjadi Juara Satu tingkat Nasional Kategori Surga tersembunyi hal ini harus di dukung untuk lebih di kembangkan lagi sebagaimana Festival Pesona Meti Kei yang baru saja berakhir,” bebernya.
Seperti diketahui pada Jambore Poros Maritim Pemuda/KNPI lalu di Bangka Belitung telah di tetapkan Provinsi Maluku Sebagai Tuan Rumah Jambore Poros Maritim Pemuda, saat itu hadir Gubernur Maluku Said Assagaf Sebagai Pembicara . Di hadapan ribuan Peserta Jambore, Assagaf menyatakan Maluku Siap menjadi Tuan rumah Jambore Poros Maritim Pemuda/KNPI Tahun 2017. (Tan)






