Sidang IMO FAL ke-41 Menjadi Sangat Penting Bagi Dunia Pelayaran Indonesia
MNOL, London – Sidang International Maritime Organization (IMO)-Committee on Facilitatation ke-41 di Markas IMO London, Inggris berlangsung 4-7 April 2017,…
MNOL, London – Sidang International Maritime Organization (IMO)-Committee on Facilitatation ke-41 di Markas IMO London, Inggris berlangsung 4-7 April 2017,…
MNOL, Malang – Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han), melaksanakan penyematan baret ungu…
MNOL, Bitung – Dalam kunjungannya ke Sulawesi Utara, Menko Luhut Pandjaitan menyempatkan memberi pengarahan Musyawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) provinsi Maluku…
MNOL, Jakarta – Guna membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan, kemarin, Kamis (7/4), Kementerian Kelautan…
MNOL, Manado – Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan meminta Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan…
APMN merupakan wadah bagi para pelaku usaha pakan mandiri yang bertujuan untuk membangun perikanan budidaya berbasis pakan mandiri yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Tahun 2019, total produksi perikanan budidaya nasional diproyeksikan mencapai 31,3 juta ton, di mana sebesar 11,7 juta ton merupakan produksi ikan. Untuk memenuhi angka capaian produksi ikan tersebut, dibutuhkan setidaknya 14 juta ton pakan ikan.
Kedua kapal tersebut bermuatan Crude Palm Oil (CPO) yang di bawah MT Elizabeth, sedangkan KM Bhaita Jaya Samudera (tenggelam) bermuatan bahan peledak, yang salah satu rincian di antaranya adalah Ammonium Nitrate seberat 100 ribu kg
Pengadaan KRI RE Martadinata-331 ini merupakan bagian dari perjalanan Minimum Essensial Force (MEF) Renstra II periode 2015-2019.