Direktur Utama JPPI, Bimo Widhiatmoko

MN, Jakarta – Mimpi besar sosok Bimo Widhiatmoko selaku Direktur Utama PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI) berkeinginan suatu hari nanti JPPI produksi crane made in Indonesia, membutuhkan komitmen dan good will. “Mari kita lihat permintaan pasar untuk pengadaan Crane. Kenapa kita harus membeli dari negara lain atau produsen lain, jika Indonesia bisa produksi sendiri,” tuturnya.

Menurut Bimo, JPPI sebagai anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC baru terbatas melakukan perawatan dan penyedia peralatan suku cadang. Melihat captive market, JPPI hanya melayani kebutuhan cabang dan anak perusahaan IPC. “Kami pun mulai ekspansi ke cabang dan anak perusahaan Pelindo I, III, dan IV. Mereka adalah pasar yang besar dan menjanjikan,” terangnya.

Sejak didirikan pada tahun 2012, pasar JPPI seharusnya tidak hanya berfokus pada pemeliharaan dan perbaikan saja, tapi juga pasokan crane dan peralatan pelabuhan lainnya beserta suku cadang pendukung. “Bayangkan berapa banyak Crane yang dibutuhkan untuk semua pelabuhan di Indonesia yang sedang mendukung program Tol Laut dan Poros Maritim Dunia,” ujar Bimo.

Lelaki lulusan Erasmus University Rotterdam, yang menjabat sebagai Direktur Utama JPPI tiga bulan lalu, telah mengambil beberapa langkah strategi untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Termasuk restrukturisasi organisasi, serta membangun kerjasama dengan pihak eksternal khususnya pemasok peralatan pelabuhan dan suku cadang, bahkan perusahaan pembuat peralatan pelabuhan.

Bimo Widhiatmoko rupanya optimis dengan masa depan perusahaan. Manajemen JPPI telah menerapkan strategi yang tepat, sekaligus berharap dukungan penuh IPC selaku induk. “Sekarang kita bergantung pada pemeliharaan, memang ada agenda belum terealisasi yang disebabkan banyak faktor. Termasuk mengenai kerangka kontrak belum optimal dalam mendukung pelaksanaan program bisnis JPPI,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *