Published On: Tue, Jan 29th, 2019

Pelayanan Online untuk Kegiatan Ship to Ship di Taboneo Banjarmasin

Kapal asing di Taboneo, Kalimantan Selatan

MN, Jakarta – Dalam rangka mengutamakan aspek keselamatan pelayaran di perairan Taboneo, KSOP Kelas I Banjarmasin mengimbau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) agar meningkatkan pelayanan Ship to Ship (STS) sebagai perpanjangan tangan Pemerintah.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Banjarmasin sendiri akan menerapkan sistem online (digitalisasi) mengganti sistem manual antara BUP dan KSOP Kelas I Banjarmasin. Mengacu kemajuan tehnologi maka dibutuhkan kemudahan pelayanan bagi pengguna jasa.

“Penerapan sistem online akan dilakukan sosialisasinya pada minggu ini,” jelas Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Bambang Gunawan kepada Maritimnews di Jakarta, Senin (28/1).

Di Taboneo terdapat 90% kapal asing berbendera Jepang, Greek, Denmark, Monrovia, Panama, dan Liberia dengan rata-rata bobot mencapai 40 – 80 ribu GT, bahkan ada kapal diatas 80 ribu GT. Sebulan tercatat sebanyak 100 kapal lebih yang melakukan kegiatan di perairan tersebut.

Kapal-kapal asing berukuran besar melakukan kegiatan STS di Taboneo didukung fasilitas pelabuhan terapung yang lengkap dan aman milik BUP PT Indonesia Multi Purpose Terminal (IMPT), serta diageni 13 (tigabelas) perusahaan agen kapal.

PT IMPT adalah BUP yang memiliki SK Menteri Perhubungan nomor KP 464 tahun 2010 tanggal 10 November 2010 tentang pemberian izin kepada penyelenggara pelabuhan Banjarmasin bekerjasama PT IMPT untuk mengembangkan pelabuhan Banjarmasin kedepannya.

Perusahaan IMPT mengantongi hak konsesi berdasarkan kerjasama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banjarmasin nomor PP 008/01/01/KSOP BJM 18 dan nomor 033/PER-IMPT/IX/2018 tanggal 15 September 2018.

“Untuk besaran tarif kegiatan STS di Taboneo yang harus disampaikan BUP kepada pengguna jasa, telah disepakati bersama karena bersifat B to B,” ujar Bambang.

Kegiatan STS

Tarif Membebani

Ketika Maritimnews meminta konfirmasi terkait adanya isu praktik tarif tidak jelas yang membebani para pengguna jasa di Taboneo, Bambang justru mempertanyakan bukti tarif tidak jelas yang membebani pelayaran maupun agen kapal?

“Kita jangan memutarbalikan fakta, kapal asing datang ke Taboneo karena mereka nyaman dengan pelayanan BUP. Sejak kedatangan sampai keberangkatan, termasuk fasilitas di perairan Taboneo,” ungkap Bambang seraya menambahkan, bahwa KSOP telah berbincang langsung dengan nakhoda kapal asing dan sejauh ini mereka puas.

Kemudian pihak BUP IMPT secara bertahap bakal menerapkan tarif jasa kepelabuhanan selain STS. Terhitung mulai tanggal 1 Febuari 2019 adalah jasa Floating Crane, dimana pemilik alat telah bersepakat dengan PT IMPT.

“Seperti diketahui bahwa tarif STS di Taboneo dibayar oleh pihak cargo owner bukan dikenakan kepada agen kapal, sekali lagi itu tidak menjadi beban agen,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com