Tim Kemenko Marves mengunjungi MNP

MN, Makassar – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) sangat mendukung Makassar New Port (MNP) yang pengembangannya memang sudah dinantikan untuk mengantisipasi perkembangan khususnya di Indonesia bagian timur.

Hal itu dikemukakan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake saat mengunjungi MNP, baru-baru ini.

Ayodhia menerangkan, pihaknya berharap agar MNP bisa berkembang lebih lanjut karena pada saat pandemi ini memang terjadi penurunan tidak hanya di sektor transportasi, perhubungan, pariwisata, tetapi hampir di semua sektor dan tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh belahan dunia.

Kemudian lanjut Ayodhia, melihat pengembangan MNP yang sangat masif, dikembangkan sampai 1.428 hektare dan punya kawasan industri. Dari sana akan berkembang aksesibilitasnya, ada jalan tol serta jalan kereta api.

Arahan Presiden Jokowi adalah, pembangunan infrastruktur harus dapat mengembangkan, tidak hanya menghubungkan tapi mengembangkan ekonomi setempat. Menghubungkan kawasan-kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan ekonomi lainnya, dalam rangka menopang perkembangan ekonomi nasional.

Ayodhia meminta agar semua pihak mendukung pembangunan MNP. Jika ada beberapa masalah, harus dikoordinasikan. Karena merupakan tugas dan fungsi Kemenko, agar bisa memfasilitasi, mengkoordinasikan dan bersinergi di antara kementerian dan lembaga.

“Jadi kita harapkan berbagai hambatan dan rintangan dalam pembangunan MNP dapat segera diselesaikan,” tukasnya.

Pada dasarnya tambah Ayodhia, Kemenko Marves sangat mendukung perkembangan MNP dan ada beberapa pesan dari Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, yang selalu menekankan untuk penggunaan produk dalam negeri dan padat karya.

“Kita pun berharap agar pembangunan MNP ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Menurut Ayodhia, infrastruktur tetap akan menjadi salah satu prioritas pemerintah, sesuai arahan Presiden Jokowi pada saat Musrenbang beberapa waktu lalu. Dimana infrastruktur yang akan menghubungkan berbagai kawasan, dapat meningkatkan kompetensi untuk bersaing dengan negara asing.

PT Pelindo IV diminta tidak hanya melakukan pengembangan di Makassar saja, tetapi juga di beberapa lokasi strategis. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, dimana pelabuhan akan menjadi infrastruktur dengan peranan yang sangat signifikan.

“Kita sudah melihat betapa pentingnya pelabuhan rakyat Paotere, yang tidak hanya menghubungkan wilayah di Sulawesi, tetapi juga menghubungkan antara Maumere di Nusa Tenggara Timur, transit di Makassar, kemudian juga berangkat kembali ke Kalimantan ke Balikpapan,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Teknik PT Pelindo IV, Prakosa Hadi Takariyanto menegaskan, bahwa MNP akan dijadikan sebagai pelabuhan yang ikonik. Manajemen Pelindo IV akan menjadikan Makassar sebagai jembatan tol perangkai ekonomi di Indonesia.

MNP didesain sebagai pelabuhan internasional, yang tidak kalah dengan Teluk Lamong bahkan padaelabuhan di Singapura. Kedepannya, semua peralatan yang ada di MNP dioperasikan melalui sistem.

Terkait penggunaan produk dalam negeri dan padat karya, Prakosa menyebutkan, saat ini sekitar 80% material yang digunakan di MNP berasal dari Makassar, selebihnya dari luar Makassar dan sekitar 2% sampai 3% dari vendor.

Sedangkan untuk padat karya, tercatat ada 1.521 tenaga kerja yang terserap di MNP dan sekitar 80% merupakan padat karya.

(Bayu/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *