Published On: Wed, Nov 16th, 2022

Imbas HK 103/2016 Dirjen Hubla, Luput dari Cultural Transformation

Culture transformation (foto:HRDAsia)

Jakarta (Maritimnews) – Setelah enam tahun lebih berjalan, melihat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Nomor HK.103/2/19/DJPL-16 Tanggal 13 Juli 2016 Tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Kelaiklautan Kapal yang terkait dengan aspek Keselamatan Pelayaran di seluruh perairan Indonesia, maka sudah waktunya membutuhkan kajian terhadap aturan tersebut yang mengacu aspek Culture Transformation.

Kita harus maknai bersama dalam Surat Keputusan Dirjen Hubla nomor HK.103/2/19/DJPL-16 Tanggal 13 Juli 2016 sebagai upaya Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk mendukung kelancaran dan aktivitas kegiatan arus barang khususnya di pelabuhan. Ternyata dampaknya ikut berimbas kepada nilai-nilai budaya sumber daya manusia (SDM) di jajaran Ditjen Perhubungan Laut.

Luputnya, jika pihak UPT Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub (dibawah eselon dua) melakukan pemeriksaan atas suatu kapal sesuai arahan Dirjen Perhubungan Laut nomor HK.103/2/19/DJPL-16, yang diputuskan terhadap Pelayaran wajib docking/perawatan. Namun Pelayaran justru minta kebijakan kepada UPT lain (dibawah eselon empat), eh malah bisa meraih KEBIJAKAN tidak docking.

Hal seperti itu jelaslah mengacu pada faktor Cultural Transformation melalui nilai-nilai (values), yang kita percaya (belief) dan perilaku (behavior), yang akan menentukan warna karakter dari SDM Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan hari ini dan masa mendatang.

Pendek kata, sejogjanya hadir perilaku positif personal (especially from the heart) yang dapat diimplementasikan bersama dengan arahan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor HK.103/2/19/DJPL-16 Tanggal 13 Juli 2016 Tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Kelaiklautan Kapal oleh seluruh UPT (Unit Pelaksana Teknis) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub di Indonesia.

Kita boleh juga mengutip ungkapan Akademisi Amerika, James L. Heskett, penulis buku The Culture Cycle: How to Shape the Unseen Force that Transforms Performance yang mengatakan, bahwa Kultur baik selalu mulai dari visi dan misi perusahaan. Visi harus dibuat sederhana dan harus dilandasi oleh nilai-nilai yang menopangnya. Tidak ada perusahaan yang memiliki kultur baik tanpa manusianya yang percaya dan sukarela menjalankan nilai-nilai positif secara nyata dalam kegiatan sehari-hari.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com