Bandar Lampung (Maritimnews) – IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) area Panjang berhasil menjaga produktivitas operasionalnya dengan mencatat pertumbuhan di Triwulan I tahun 2026 sebesar 27.487 TEUs meningkat 2,06% (y to y) dibanding periode sama tahun 2025 yang sebanyak 26.933TEUs.
Manager Area IPC TPK Panjang, Anang Subagiyono menjelaskan, bahwa pertumbuhan throughput disebabkan oleh tumbuhnya lima komoditi unggulan di Profinsi Lampung dibanding tahun sebelumnya diantaranya Tapioka 273.4%, Refined glycerin 93,8%, Frozen shrimp 47,2%, Nanas 17,6%, dan Rubberwood 0,53%.
Ditempat terpisah Corporate Secretary IPC TPK menyampaikan di Jakarta baru-baru ini, terkait capaian y to y secara keseluruhan di area IPC TPK tidak terlepas dari langkah antisipatif perusahaan dalam melakukan optimalisasi operasional secara terukur, baik sebelum maupun setelah periode pembatasan logistik.
IPC TPK berhasil menjaga kinerja operasional secara solid di seluruh area kerjanya pada Triwulan I tahun 2026 dengan mencatatkan total throughput sebesar 850.768 TEUs, atau tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 843.187 TEUs. Capaian ini menunjukkan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika logistik selama momentum Idul Fitri 2026, termasuk adanya pembatasan angkutan barang guna mendukung kelancaran arus mudik nasional.
(Bayu Jagadsea/MN)






