Jakarta (Maritimnews) – Pelabuhan Tanjung Priok pintu gerbang logistik utama Indonesia adalah world class port yang telah menerapkan digitalisasi melalui sistem Smart Port terintegrasi guna mempercepat layanan logistik dan operasional, seharusnya termasuk Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai bagian operasional pelabuhan internasional tersebut.

Bahkan Koperasi Karya Sejahtera selaku pengelola Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) tegas menyatakan dalam kegiatan RAT 2026 baru-baru ini, pelabuhan Tanjung Priok bergerak menuju era digitalisasi dan modernisasi, semua layanan sudah berbasis teknologi. Dimana kepercayaan pelayanan menjadi tuntutan utama dan efisiensi logistik menjadi perhatian nasional.

Pihak TKBM tidak boleh tertinggal dan harus mampu beradaptasi meningkatkan kompetensi memperkuat disiplin serta etos kerja dan membangun profesionalisme.

Kini pertanyaannya, apa kabar Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) yang dilaunching oleh Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (sekarang KSOP Utama) pada tanggal 11 Desember 2020 di Museum Maritim? sistem ini jelas bertujuan memudahkan proses pelayanan ke pengguna jasa kepelabuhanan termasuk operasional para Buruh.

Adapun fungsi utama dari SIMON TKBM, antara lain pendataan/database TKBM, penugasan Regu, absensi digital, monitoring upah, dan laporan operasional. Dimana sistem tersebut terkoneksi dengan sistem Pelindo, Bea Cukai CEISA 4.0, serta Inaportnet.

Untuk diketahui, program digitalisasi di pelabuhan internasional Tanjung Priok bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, produktivitas dan daya saing pelabuhan. Keberadaan SIMON TKBM digadang-gadang jadi Pilot Project di Indonesia yang akan menerapkan sistem online bagi proses penugasan regu, absensi, dan laporan bongkar muat real time, namun saat ini belum juga terlaksana.

(Bayu Jagadsea/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *