Bandar Lampung (Maritimnews) – Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK Panjang tercatat meningkatkan Box Ship Hour (BSH), sehingga mampu menekan waktu layanan kapal atau Port Stay. Modernisasi fasilitas crane dinilai telah meningkatkan produktivitas dengan jangkauan 17 row dan pergerakan twin lift yang didukung kapasitas SWL 61 Ton.(under spreader)

Perusahaan pelayaran reguler di IPC TPK Panjang, antara lain MSC, CMA CGM, Tresna Muda Sejati (TMS), Sindo Damai, dan Buaya Mas kini dapat menikmati efisiensi waktu port stay di pelabuhan Panjang, sekaligus sebagai upaya menekan cost logistic di terminal petikemas area Panjang Provinsi Lampung.

Terminal Head IPC TPK area Panjang, Anang Subagyono menjelaskan detail, bahwa QCC terbaru menggunakan teknologi lebih canggih dari pendahulunya yakni dilengkapi fitur CPS (container profiling system), guna memudahkan positioning Truck pada pickup point spreader dan dilengkapi dengan SPSS (ship profiling stack system). Salah satu safety device untuk menghindari benturan antara Spreader dengan Petikemas diatas kapal.

Beberapa fitur safety lainnya pun di sematkan pada QCC baru guna mengantisipasi tabrakan antara QCC dan Kapal, karena dilengkapi sensor anti collusion pada boom sisi kanan dan sisi kiri, sehingga sang operator dapat melihat seluruh bagian melalui kamera CCTV yang ditempatkan pada titik-titik penting.

“Bicara soal jumlah BSH tergantung berapa alat QCC yg dioperasikan pada kapal dalam 1 jam. Apabila menggunakan 2 QCC yakni fasilitas crane 03 dan 04 twin lift, maka bisa mencapai 45 lebih box per jam nya menyesuaikan kondisi di terminal,” terang Anang kepada Maritimnews di Bandar Lampung, Rabu (22/07).

Ditegaskan oleh Anang, terkait target throughput petikemas di IPC TPK Panjang tahun 2026 ini sebesar 116.000 TEUs dan optimis bakal tercapai, berdasarkan catatan sampai dengan bulan Juni 2026 saja sudah menembus angka 64.787 TEUs.

“Di IPC TPK Panjang kegiatan direct call Ocean going dilayani oleh PT MSC, sedangkan perusahaan pelayaran lainnya untuk domestik feeder Jakarta. Muatan ekspor transhipment Jakarta, sebab kapal besarnya di pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.

(Bayu Jagadsea/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *