Buffer area truck pelabuhan Tanjung Priok

MN, Jakarta – Menjawab tantangan kondisi pelabuhan Tanjung Priok yang butuh Buffer area (lokasi parkir truk), manajemen PT Pelabuhan Indonesia II/IPC cabang Tanjung Priok bakal mempersiapkan lahan penyangga khusus truk seluas 4 (empat) hektar di jalan Industri I, Jakarta Utara depan galangan milik PT Dok Koja Bahari.

“Rencananya uji coba buffer area truk pelabuhan Tanjung Priok akan dilaksanakan pada bulan September 2018, kami telah mempersiapkan lahan dua hektar dari keseluruhan lahan penyangga seluas empat hektar,” jelas General Manager IPC cabang Tanjung Priok, Mulyadi kepada Maritimnews, Sabtu (25/8).

Bicara kapasitas lahan, lanjut Mulyadi, IPC memiliki estimasi capacity sekitar 1.000 truk per hari. Adapun terkait masa uji coba buffer area, tidak ditentukan sepanjang masih dibutuhkan. Dalam artian sampai terwujudnya kondisi kelancaran dari dan ke lokasi penyangga tersebut.

Mulyadi mengakui, fasilitas buffer area truck patut didukung oleh akses jalan yang melintasi lokasi galangan Dok Koja Bahari. “Jadi truk tak perlu melalui jalan RE Martadinata, bisa langsung masuk pelabuhan. Sayangnya masih belum ada kepastian terkait alotnya pembebasan area dan bangunan DKB,” ujarnya.

Begitupun manajemen IPC Tanjung Priok tetap menyelesaikan pembangunan gate in – gate out buffer area yang kini progresnya 95%, sedangkan perangkat gate system buffer telah rampung. Buffer area sendiri terintegrasi dengan terminal booking system guna mengetahui jadwal ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Masa uji coba masih free dulu alias gratis, tidak ada pembayaran bagi truk-truk yang memang sudah terintegrasi dengan seluruh gate, baik gate buffer, pintu masuk pelabuhan, maupun terminal. Diharapkan dengan adanya area penyangga, para supir truk tidak lagi parkir dibahu jalan pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.
(Bayu/MN)