
MN, Banjarbaru – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin bersama Politeknik Pelayaran Surabaya dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel menggelar program pelatihan keselamatan pelayaran bagi 314 juru mudi kapal tradisional dan nelayan dari seluruh kabupaten di Kalsel.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Capt Bambang Gunawan menjelaskan, pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan instruksi dari Kementerian Perhubungan kepada seluruh UPP/UPT Ditjen Perhubungan Laut di Indonesia untuk wajib memberikan pelatihan dan menginformasikan terkait aspek keselamatan pelayaran.
“Pelatihan dan sertifikasi sebagai upaya Pemerintah dalam rangka meminimalisasi terjadinya kecelakaan laut atau pelayaran termasuk danau dan sungai yang dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi,” terang Bambang Gunawan kepada Maritimnews di Banjarbaru, Jumat (26/10).
Diklat Program Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung tanggal 23 – 26 Oktober 2018 di Aula Asrama Haji Samsudin Nor, kota Banjarbaru, merupakan salah satu upaya Pemerintah membekali sumber daya manusia dengan pelatihan dan sertifikasi para jurumudi dan nelayan terkait keselamatan berlayar.

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus H Purnomo saat membuka kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat tersebut menegaskan, bahwa seluruh kapal dan pelaut/jurumudi yang berlayar di perairan Indonesia wajib memiliki sertifikat untuk mengurangi tingkat kecelakaan di laut, danau, serta sungai.
“Cukup banyak orang yang mengaku pandai berlayar dan berenang, tetapi faktanya, ketika terjadi kecelakaan mereka kebingungan melakukan pertolongan. Karenanya Kementerian Perhubungan secara berkesinambungan melakukan pelatihan dan sertifikasi pelaut maupun kapal, ” pungkasnya.
(Bayu/MN)






