
MN, Guangzhou – Workshop on the Smart Maritime Management and Services in the Straits of Malacca and Singapore di Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok telah menarik perhatian Kementerian Perhubungan untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Workshop diikuti oleh 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, serta perwakilan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dimana aspek keselamatan pelayaran menjadi isu penting bagi transportasi laut di tiga negara pantai.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha di Jakarta, Jumat (29/3), bersamaan kegiatan workshop, Kemenhub dan RRT kembali bekerjasama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang teknologi kemaritiman.
Lebih jauh, Arif mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memudahkan pengambilan data segala aspek, termasuk menjaga dan meningkatkan keselamatan pelayaran khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura.
Teknologi yang diperkenalkan Tiongkok (Smart Maritime) berbasis informasi, dibangun guna memudahkan kapal berlayar dengan aman dan selamat. Hal itu menjadi kajian menarik bagi aspek keselamatan pelayaran.
Keunggulan teknologi Smart Maritime akan memudahkan Port State Control memantau perkembangan lalu lintas kapal di perairan. Bahkan informasi dapat diakses melalu aplikasi Smartphone.
Informasi yang diperoleh antara lain cuaca, arus, tinggi gelombang, jenis kapal, jumlah Anak Buah Kapal, tujuan kapal, juga dapat berfungsi sebagai command center (emergency) apabila terjadi sesuatu tak terduga di perairan luas.
(Bayu/MN)






