MNOL, Beirut – Ledakan bom yang terjadi di depan gedung Bank BLOM mengejutkan sejumlah umat muslim yang sedang berbuka puasa. Kejadian tersebut terjadi di kawasan Hamra, Beirut yang berjarak hanya beberapa kilometer dari lokasi bersandarnya KRI Bung Tomo-357 di Beirut Port yang sedang menyelenggarakan kegiatan seminar dan dialog wawasan kebangsaan di atas kapal.
Seminar itu dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon, Bapak Drs. Chozin Khumaidy dan DMTF/COS Kolonel Laut (P) Agus Hariadi, Minggu (12/06/2016) lalu.
Konflik yang berkecamuk di Suriah, Lebanon, Israel, Iran dan di sejumlah negara lainnya di kawasan tersebut seolah tidak pernah ada hentinya. Seminggu sebelum kejadian pemboman tersebut, Force Commander, Major General Luciano Portolano menginstruksikan kepada seluruh elemen Unifil agar mewaspadai kemungkinan akan adanya ancaman keamanan berupa serangan teror yang ditujukkan kepada Unifil.
Sehingga seluruh elemen Unifil dilarang keluar dari markasnya masing-masing dan tetap melakukan siaga. Beberapa hari berikutnya, atas kerjasama antara NOC (Naval Operation Center), LAF Navy dan MTF berhasil menggagalkan upaya penyelundupan yang diduga narkotika di teritorial water Lebanon.
Situasi yang terus bergejolak tersebut selalu mewarnai Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H Unifil Lebanon sepanjang penugasannya sebagai pasukan pemelihara perdamaian di Lebanon. Apalagi akhir-akhir ini setelah sejumlah transaksi Perbankan Hisbullah dibekukan di sejumlah Bank termasuk Bank Central Lebanon dan penghentian bantuan militer kepada Lebanon dari sejumlah negara besar.
Situasi tersebut semakin memperuncing kondisi keamanan Lebanon yang sampai saat juga masih menghadapi konflik internal yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun belum berhasil memilih presiden untuk memimpin Lebanon.
Dengan kondisi keamanan yang sangat krusial tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi warga negara RI khususnya para Mahasiswa RI yang sedang menimba ilmu di Lebanon. Mengantisipasi beredarnya faham radikalisme dan ekstrimisme di kalangan Mahasiswa RI akan mempengaruhi mentalitas dan moralitas faham-faham yang dapat membahayakan dan merugikan Indonesia.
Di tengah gejolak itu, KBRI Lebanon dan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII H Unifil/KRI Bung Tomo 357 menyelenggarakan “Seminar dan Dialog Interaktif Wawasan Kebangsaan di KRI Bung Tomo 357” dengan tema “Memperkuat Semangat Nasionalisme dengan Mengenal Indonesia lebih Dekat” diikuti Persatuan Pelajar Indonesia di Lebanon yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Lebanon.
Dalam sambutannya, Chozin menyampaikan bahwa dalam era globalisasi, Indonesia harus menyiapkan generasi yang memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh yang sulit untuk dibendung. Teknologi informasi telah membawa arus informasi yang sangat deras yang dapat mempengaruhi budaya dan adat ketimuran dengan budaya-budaya yang dapat merusak berbagai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Generasi muda Indonesia harus siap memiliki daya saing global menghadapi persaingan global dan regional apalagi saat ini Pemerintah RI telah mencanangkan mendukung terciptanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia-red),” ungkap Chozin.
Hal tersebut hanya dapat tercapai jika Indonesia memiliki ketahanan nasional yang tangguh. Oleh sebab itu, kegiatan yang dilaksanakan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya bagi Mahasiswa dan warga negara RI yang saat ini berdomisili di Lebanon. (Tan)






