Para Pembicara dalam Seminar Industri Maritim yang digelar BKI bersama ACS di Jakarta (2/8).
Para Pembicara dalam Seminar Industri Maritim yang digelar BKI bersama ACS di Jakarta (2/8).

MNOL, Jakarta – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI bersama 5 Badan Klasifikasi Asia mengadakan Seminar Asian Classification Society/ACS. Seminar yang digelar setiap tahun itu, kali ini adalah yang ketiga kalinya sejak tahun 2013 dan 2014 di jakarta.

Direktur Utama BKI mengatakan seminar ini sebagai sebuah wujud kepedulian Badan klasifikasi yang ada di Asia terhadap industri maritim, peraturan keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran lingkungan.

“Sebagai sebuah bentuk promosi di IMO bahwa kegiatan seminar ini dilakukan untuk kepedulian ACS terhadap industri maritim di wilayah asia dan sekitarnya,” ujar Direktur Utama BKI – Rudiyanto, saat membuka acara Seminar ACS di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (2/8).

Ia menambahkan bahwa tujuan seminar ACS pada prinsipnya adalah untuk memberikan informasi terkait dengan apa yang telah dikerjakan ACS sejak berdiri sejak tahun 2010.

“Bukti konkret BKI, perbaikan SDM, kita memahami untuk terus berbenah diri, kita mencoba membangun BKI baru, maka kenapa kita aktif di ACS, dengan tujuan memperkuat eksistensi BKI, yaitu dengan memberikan peran yang lebih baik bagi masyarakat maritim,” tutur Rudiyanto.

DR.Marsetio, Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian Perhubungan menyambut baik kegiatan Seminar ACS ini, yang mana sebagai wujud nyata peran BKI khususnya dalam program Indonesia Poros Maritim. Dalam hal itu, Marsetio menekankan BKI harus berperan aktif untuk kemajuan bersama industri maritim di wilayah Asia.

Marsetio, juga mengatakan bahwa sambutan Presiden Jokowi pada sidang IMO sebagai tonggak bahwa Indonesia merupakan poros maritim dunia yang tidak hanya berkibar di dalam negeri, tetapi juga kancah internasional. Maka Pemerintah Jokowi juga akan konsisten melaksanakan semua resolusi IMO.

BKI sebagai member ACS, yang terdiri dari 6 klasifikasi, dan dua dari asosiasi pelayaran dan perkapalan ini semakin mempromosikan maritim, regional Asia. Sedangkan BKI juga semakin menunjukan eklasnya di tataran regional.

“Bahwa kita harus ada satu suara. Voice of Asia. kita mengikuti aturan Global Based standar. maka dibentuklah ACS ini,” ungkap Marsetio.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili oleh Agustinus Maun, pihaknya menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan pentingnya kegiatan ini untuk mendukung penuh industri maritim terutama secara teknikal di bidang keselamatan pelayaran.

Pada kesempatan yang sama, Fajar Nugraha – BKI ACS  TMG members  mengatakan, Seminar ACS ini sangat penting dalam kaitannya dengan aturan internasional di bidang safety, lingkungan, perkembangan terkini shipping dan shipbuilding, agar benar-benar dapat dipahami dan  diimplementasikan untuk industri maritim Asia khususnya di Indonesia.

Organisasi ACS terdapat TMG atau Technical Management Group, fungsinya mendukung pimpinan ACS terkait masalah manajemen organisasi dan teknis dalam menyusun ACS guidelines. Selain itu, dalam hal keselamatan  dan isu lingkungan, BKI juga aktif di dalamnya.

“BKI dalam presentasinya mengenai riset untuk pengembangan  rules domestik yg sesuai dengan perairan Indonesia,” ujar Fajar Nugraha yang juga sebagai Ketua Panitia Seminar ACS.

Kegiatan seminar yang digelar sehari itu, selain presenter dari pihak ACS sendiri, juga mengundang Asian Shiponewer Association/ASA serta  ASEF (Asian Shipbuilers’ Expert Federation ). Undangan yang hadir lebih kurang 150 peserta. Sedangkan Pembicara terdiri dari delapan presentasi, enam dari ACS dan dua dari ASA dan ASEF.

ACS/Asian Classification Society adalah Asosiasi badan klasifikasi Asia yang dibentuk sejak 2010 yang terdiri dari lima badan klasifikasi yaitu BKI/Biro Klasifikasi Indonesia, KR/Korean Register of Shipping, NK Class/ Nippon Kaiji Kyokai, VR/ Vietnam Register, IRS/ Indian Regiater of Shipping, dan CCS/China Classification Society.

BKI telah memegang peranan penting dalam hal ini BKI menjadi ketua ACS periode 2015 dimana ketua umum ACS menjabat selama kurang lebih 1 tahun dan mengalami pergantian setiap tahunnya. Kegiatan ACS tidak lebih untuk mengutamakan keselamatan pelayaran di wilayah Asia, dengan membentuk TMG/Technical Meeting Group dari anggota ACS, ASA dan ASEF. (Tan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *