Categories: Geopolitik

Kedaulatan Maritim Masih Jadi Fokus Pemerintah di tahun 2016

(dari kiri ke kanan) Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arief Havas Oegroseno, Ketua Panitia Arieg Gunawan, Sesmenko Maritim dan Suber Daya Asep Djembar Muhammad, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin, Asdep Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa dan Asdep Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, pada acara Sosialisasi Program Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya di Jakarta, kamis (18/2). (Foto: Maritim/YSN/maritim.go.id)

 

Maritimnews, Jakarta – Pada tahun 2016 ini, pemerintah masih konsisten terhadap pembangunan kedaulatan maritim sebagai wujud pencapaian dari visi presiden menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal itu diungkapkan oleh Deputi I bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya (SD) Arief Havas Oegroseno beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut mantan Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri itu, pemerintah melalui Kemenko Maritim dan SD terus berupaya dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia di tengah memanasnya situasi global. Upaya tersebut dalam bentuk percepatan perundingan batas-batas maritim dengan 10 negara, salah satunya ialah meratifikasi perjanjian-perjanjian batas maritim yang dianggap telah usang.

“Kita baru saja meratifikasi batas maritim antara RI dengan Singapura. Karena hal tersebut sangat strategis mengingat letaknya yang berada di Selat Malaka yang merupakan selat teramai di dunia,” katanya.

Diplomat yang sudah malang melintang bertugas di berbagai negara itu menambahkan dengan adanya konflik Laut China Selatan (LCS), Indonesia telah memiliki ancaman tradisional. Oleh karena itu, antisipasi sejak dini harus dilakukan Indonesia supaya kedaulatan atas teritorialnya mendapat pengakuan.

“Peran kita di Laut China Selatan harus ditingkatkan, karena kita ini berfungsi sebagai stabilisator kawasan,” paparnya.

Bukan hanya terkait masalah politik saja, menurutnya kedaulatan maritim juga akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dasar itu, pihaknya mengaku telah melakukan perluasan wilayah dengan memanfaatkan landas kontinen.

“Kita negara di ASEAN yang pertama kali melakukan perluasan wilayah hingga menjangkau landas kontinen,” ujarnya.

Saat ini negara-negara maju tengah mengincar pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan berinvestasi di laut lepas seperti Samudera Hindia. Namun, ia mengaku sejauh ini pengusaha-pengusaha Indonesia belum berfikir dalam berinvestasi di sana.

“Berinvestasi di laut bebas itu diperbolehkan di PBB asal daftar. Tetapi sejauh ini belum ada perusahaan Indonesia yang mau investasi di laut lepas,” selorohnya.

Pria murah senyum itu menyatakan negara seperti Fiji sudah mampu berinvestasi di laut bebas tetapi mengapa di Indonesia belum mampu. Hal itu yang menjadi fokusnya dalam mensosialisasikan program itu guna meningkatkan perekonomian nasional.

Selanjutnya, konsep kedaulatan maritim juga akan diarahkan kepada Maritime Economy Baseline. Di mana dalam konsep itu akan melibatkan seluruh stakeholder maritim termasuk Angkatan Laut kendati menuai protes dari beberapa kalangan.

“Dalam Maritime Economy Baseline kita merujuk kepada Belanda. Ketika saya tanya kenapa kok Angkatan Laut dilibatkan? Mereka menjawab karena Angkatan Laut juga mendapat gaji dari APBN-nya,” pungkasnya.

Sejatinya, konsep kedaulatan maritim mengandung unsur perpaduan antara armada niaga  dan militer yang baik dalam upaya pembangunan kekuatan maritim baik dalam konteks ekonomi maupun politik serta pertahanan. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

13 hours ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

3 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

3 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

3 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

4 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

5 days ago