Categories: PelabuhanPelayaran

Tata Ruang Laut Nasional Menjawab Pembangunan Tol Laut

Deputi IV Kemenko Maritim dan SD bidang koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin (kanan). Foto: maritim.go.id 

Maritimnews, Jakarta – “Penyusunan tata ruang laut nasional akan menjawab tol laut sebagai visi presiden dalam poros maritim dunia, yang di dalamnya terdapat pembangunan 24 pelabuhan dengan 5 pelabuhan utamanya yaitu Kuala Tanjung Port, Jakarta Port, Surabaya Port, Makassar Port, dan Sorong Port,” ujar Deputi IV Kemenko Maritim dan Sumber Daya Safri Burhanuddin saat menjadi pembicara dalam Fokus Grup Diskusi yang digelar Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) di di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta, (24/2/16).

Dalam FGD yang bertajuk “Wujudkan Tata Ruang Laut Nasional untuk Indonesia ke Depan”, Safri menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi saat ini pembangunan hanya berada pada Pulau Jawa hingga terjauh yaitu Pulau Sulawesi. “Padahal Indonesia tidak hanya sampai Makassar saja tetapi masih ada Maluku dan Papua, makannya itu Sorong Port dibangun agar pertumbuhan ekonomi cepat merata hingga Papua,” terangnya.

Kepadatan Arus Logistik

Mantan Tim Ahli Sesmenko Kesra itu menambahkan, Sorong juga akan diproyeksikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tata ruangnya bukan untuk industri sawit saja tetapi industri perikanan juga harus dikembangkan.

“Tadinya pilihan mengacu kepada Bitung, namun karena melandaskan kepada orientasi pengembangan daerah berdasarkan konsep Nawacita maka Sorong dipilih menjadi pelabuhan utama dalam menopang tol laut,” tandasnya.

Kondisi saat ini muatan terkonsentrasi di Kawasan Barat Indonesia. Maka untuk menyeimbangkan muatan ke Kawasan Timur Indonesia diperlukan upaya optimalisasi kerjasama antar sektor seperti perindustrian, pertanian, pertambangan, dan sebagainya guna menyeimbangkan mata rantai jaringan logistik barat dan timur Indonesia. Selain itu  harus didukung dengan peningkatan infrastruktur pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia antara lain pengadaan peralatan bongkar muat sehingga dapat meningkatkan kinerja pelayanan pelabuhan lebih efisien

Oleh karena itu, penyusunan tata ruang laut nasional untuk mendukung program tol laut itu dianggap penting karena syarat untuk mewujudkannya harus ada pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan, peningkatan sarana angkutan laut, pembenahan sistem manajemen, peningkatan SDM dan pengembangan sarana dan prasarana multimoda.

“Itu merupakan program reformasi angkutan laut yang bersifat komprehensif dan terintegrasi,” tambahnya.

Pria asal Makassar itu juga mengingatkan dalam rangka pembangunan itu kita tetap memilih-milih investasi. Tidak semua investasi yang sarat akan kepentingan strategis dari negara lain dibuka di Indonesia.

“Kita belajar dari Bangladesh ketika Tiongkok juga membuka pangkalan kapal selam di sana, kita tidak mau seperti itu. Tiongkok kalau tetap ingin berinvestasi kita paksa untuk membangun infrastruktur tol laut saja,” tegasnya.

Adanya ketimpangan tingkat pertumbuhan perekonomian antara kawasan barat dan timur memerlukan pemerataan melalui upaya pembangunan pada sektor-sektor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat perekonomian.

Sehingga ocean policy yang menyangkut tata ruang laut nasional menjadi syarat mutlak dalam perwujudan poros maritim dunia.

“Tata ruang laut nasional ditetapkan berdasarkan kondisi geografis dan prioritas pembangunan nasional yang sangat menentukan percepatan pembangunan poros maritim,” pungkasnya. (AN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

1 day ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

3 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 week ago