Wantimpres: Tol Laut Masih Jadi Prioritas Pemerintah

 

Ilustrasi; Tol Laut

Maritimnews, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof.Dr Sri Adiningsih mengaku tol laut masih jadi prioritas pembangunan pemerintah. Ditemui di sela-sela penanda tanganan MoU temas Line dengan operator pelabuhan beberapa waktu lalu, Ketua Wantimpres menegaskan kendati masih banyak masalah, tol laut tetap diprioritaskan dalam skala pembangunan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Saya waktu itu disuruh hadir dalam pelantikan Kepala Daerah di Istana tetapi saya lebih memilih untuk hadir dalam penanda tanganan ini karena lebih penting dan menyangkut program tol laut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dosen Pacasarjana UGM itu menilai bahwa pembangunan tol laut akan berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Karena distribusi barang di pelabuhan lambat jadi harga barang akan naik, itu contoh kasus di Papua misalnya. Harga barang bisa lima kali lipatnya dengan di Jawa,” tambahnya.

Masalah mengenai dwelling time di pelabuhan menurutnya juga menjadi masalah yang krusial dalam upaya pembangunan tol laut. Pasalnya dengan adanya dwelling time yang sekian lama justru menyebabkan biaya distrisibusi menjadi tinggi, sehingga para pengusaha enggan menggunakan jasa pelayaran lagi dalam mendistribusikan produknya.

“Kemaren saya bertemu dengan pengusaha yang biasa mendistribusikan barang dari Surabaya ke Jakarta. Dia sekarang lebih memilih menggunakan jalur darat ketimbang jalur laut, dia bilang harganya lebih murah dan lebih cepat dibanding jalur laut. Wah ciloko kalau begini,” selorohnya.

Padahal, dalam analisisnya, seharusnya jalur laut lebih cepat dan lebih murah. Hal ini pula yang menjadi fokus perhatian presiden.

“Waktu saya memberi laporan kepada Bapak Presiden, beliau tidak percaya kalau kondisinya demikian. Beliau tetap yakin kalau biaya di laut justru lebih murah dan cepat penyalurannya. Tetapi ketika beliau mengecek langsung ke lapangan, lah baru mengerti beliau,” tandasnya.

Ke depan, wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Ekonomi Studi Asia Pasifik UGM ini berharap agar masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan. Paling tidak ketika akhir masa jabatan presiden pada 2019 mendatang harga barang sudah mulai turun dan arus distribusi kian cepat.

“Makannya saya selalu intens berdialog dengan para pelaku usaha dan pihak yang bertugas di lapangan mengenai kondisi ini. Sehingga dari waktu ke waktu saya tahu perkembangannya dan yang paling up to date,” pungkas wanita kelahiran Surakarta 56 tahun silam itu. (AN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

1 day ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

1 day ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

1 day ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

2 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

2 days ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

2 days ago