TNI tengah Siapkan Kekuatan guna Bebaskan WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf

KRI yang berada dibawah binaan Koarmatim siap mendukung operasi pembebasan sandera yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. (Foto: indomilier.com)

MNOL, Jakarta – Dua kapal Indonesia, yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, yang dibajak kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah membuat pimpinan TNI mengambil langkah cepat. Kapal yang membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia itu hingga kini masih berada di tangan para pembajak.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Edi Sucipto menyatakan bahwa TNI AL siap menurunkan pasukan terbaiknya guna membebaskan sandera.

“Kita siap menjaga keselamatan warga negara kita apalagi terkait dengan territorial kita,” ujar Kadispenal saat dihubungi maritimnews.com.

Lebih lanjut, Kadispenal mengutarakan bahwa armada TNI AL selalu ada yang melakukan patroli di wilayah penegakan kedaulatan di perairan Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.

Patroli tersebut, menurutnya, melibatkan kapal perang dan personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmatim. Baik ada maupun tidak adanya kejadian seperti ini, mereka senantiasa siaga di daerah-daerah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pimpinan TNI sudah menyiapkan Rencana Gerak Pembebasan Sandera 10 orang WNI bilamana diplomasi yang dilakukan oleh Kemenlu menemui jalan buntu. Di antaranya dengan mengerahkan HERKY-32 yang dipimpin oleh Dansatgultor Kol inf Thevi Sebua, Pesawat A7304 sq 17 yang akan on board membawa 80 personel gabungan Passus TNI dan 2 Pesawat CN yang stand by.

Selanjutnya, Satkowil Tarakan diperintahkan untuk menyiapkan Mess Badan Diklat Kota Tarakan untuk pasukan yang akan diberangkatkan. Koarmatim juga menyiapkan 2 tim Kopaska-nya (1 tim 6 orang) yang bergerak dengan Cassa TNI AL dari Surabaya.

Selain itu, 5 KRI juga disiapkan, antara lain KRI Surabaya-591, KRI Ahmad Yani-351, KRI Ajak-653, KRI Mandau-621 dan KRI Badau-841. Seluruhnya berada pada binaan Koarmatim untuk mendukung operasi pembebasan tersebut.

Para pembajak dikabarkan juga meminta tebusan senilai 50 juta peso atau senilai dengan Rp14 miliyar. Sejauh ini, pihak Kemenlu melalui juru bicaranya, Arrmanatha Nasir menyatakan saat ini sedang dilakukan negosiasi oleh pihak perusahaan dengan Kelompok Abu Sayyaf.

Abu Sayyaf sendiri adalah nama sebuah kelompok separatis militer berbasis Islam radikal yang bermarkas di sekitar Kepulauan Filipina selatan terutama di daerah Jolo, Basilan dan Mindanao. Kelompok ini sering disebut juga sebagai kelompok teroris karena konsep perjuangan mereka yang berideologi Islam garis keras atau Islam radikal. Kelompok ini memiliki seorang ketua atau pimpinan yang dijuluki sebagai Khadaffi Janjalani.

Beberapa waktu terakhir kelompok ini semakin memperlebar jaringan hingga ke Malaysia dan Indonesia. Kelompok Abu Sayyaf diduga beretanggung jawab atas serangkaian aksi penyanderaan dan kekerasan serta pembunuhan serta sederet aksi kriminal terorisme dan tindak pidana lainya. Aksi mereka memiliki tujuan mendirikan sebuah Negara Islam atau Negara Khilafah, khususnya di daerah Mindanao dan bercita cita mendirikan Negara Islam besar di Semenanjung Melayu yakni di Indonesia dan Malaysia. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

45 minutes ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 day ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 day ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

2 days ago

OBITUARI | David Sirait, Sang Pekerja Pelabuhan yang Percaya pada Kekuatan Tim: DO YOUR BEST, LET GOD DO THE REST

oleh: Karnali Faisal (Penasehat FORWAMI) Ada orang yang meninggalkan jejak melalui jabatan yang pernah didudukinya.…

3 days ago

IPCC Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

Jakarta (Maritimnews) - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi…

4 days ago