Tingkatkan Sinergisitas Antar Lembaga, Bakamla Fokus Jaga Perairan Indonesia

Jabat Tangan – Kabakamla Laksdya TNI Arie Soedewo (kanan) tengah menyalami Kolonel Laut Suradi (kiri) usai dilantik menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Bakamla.

MNOL, Jakarta – Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Kabakamla RI) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ari Soedewo, S.E., M.H menyatakan dengan tegas komitmen Bakamla dalam menjaga laut Indonesia sesuai UU No. 32 tahun 2014 dan Perpres 178 tahun 2014 dapat diwujudkan melalui sinergisitas dan koordinasi dengan lembaga lain. Selain sinergisitas, bentuk penjagaan itu juga dengan mengembangkan patroli dan surveillance system.

“Patroli berkaitan dengan manajemen operasi, surveillance system terkait dengan teknologi, dan sinergisitas mengenai lobi-lobi dengan lembaga-lembaga lain yang sudah lama beroperasi di laut,” terang Kabakamla usai melantik 8 pejabat tinggi Bakamla di Gedung Bakamla, Jakarta, Jumat, (13/5).

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1983 itu menyatakan dalam sinergisitas itu juga terdapat sharing information di antara para instansi terkait. Bahkan lebih jauh, Kabakamla juga mengurai sharing information juga dilakukan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Hal seperti itu pernah dijajaki dalam menangani masalah keamanan maritim di perbatasan Indonesia – Malaysia – Filipina yang akhirnya membuahkan hasil dengan adanya Trilateral Coordinated Patrol antara ketiga negara.

“Kita terus bertukar informasi dengan mereka dan terus saling koordinasi. Hal itu untuk mewujudkan stabilitas kawasan negara-negara tetangga yang memiliki perairan, sehingga kejadian-kejadian lintas sektoral bisa ditangani,” ujarnya.

Mengenai kondisi keamanan maritim saat ini, mantan Asops Kasal itu menyatakan pihaknya fokus dalam beberapa titik di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, II dan III. Dengan adanya sinergisitas antar lembaga ini, dia berharap keamanan di laut semakin terwujud.

Kendati masih terbilang minim dengan sarana dan prasarana, namun Kabakamla tetap optimis mampu menjalankan fungsinya sesuai dengan amanat peraturan perundangan.

Hal itu sudah ditunjukan dalam menyelamatkan MV Hai Soon 12 dari upaya pembajakan yang dilakukan oleh sekelompok orang. Bakamla menjadi instansi pertama yang mengetahui kapal berbendera Singapura itu tengah dibajak di perairan Indonesia.

“Dalam penyelamatan itu kita mampu mendeteksi dengan AIS (Automatic Identification System-red), baru kemudian kita melaporkan kepada TNI Angkatan Laut untuk ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Pria asal Banjar itu menyebutkan saat ini marak dengan adanya ‘Pelabuhan-pelabuhan Tikus’ sebagai trend dari modus segala aksi penyelundupan dan tindakan-tindakan illegal lainnya. Pihaknya tengah melakukan sinergi dengan KKP, KPLP, TNI AL dan pihak-pihak lainnya dalam memberantas aksi tersebut.

“Saat ini ada ribuan ‘pelabuhan tikus’, di antaranya Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun dan daerah lain-lainnya,” paparnya.

Aktivitas-aktivis illegal terus menjadi fokus Bakamla, seperti dalam transshipment dan illegal fishing. Kemudian masalah pencemaran juga menjadi target Bakamla saat ini.

“Sampai dengan saat ini masih belum banyak mendeteksi pencemaran karena harus membutuhkan uji laboratorium. Cuma tetap akan kita pelajari dan kembangkan untuk mencegah itu di perairan kita,” pungkasnya. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

4 days ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

6 days ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 weeks ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 weeks ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 weeks ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

2 weeks ago