Susi Berang Soal Rumpon dan Pelindo Tutup Jalan Buat Nelayan

MKP Susi Pudjiastuti

MNOL, Kupang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menutup rangkaian kegiatan safari bahari ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meninjau lahan penggaraman Bipolo dan pembangunan kampus SUPM Kupang di Bolok, serta berdialog dengan masyarakat nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau, Kabupaten Kupang, NTT, Minggu (12/1) lalu.

Saat berdialog dengan masyarakat, Susi mendapat keluhan tentang sulitnya akses masuk kendaraan pengangkut ikan ke dalam kompleks pelabuhan seperti mobil kontainer. Selain karena struktur dan kontur jalan menuju pelabuhan yang kurang memadai, akses jalan tembus yang dapat dilewati kendaraan besar menuju PPP Tenau selama ini ditutup oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Terkait hal ini, Susi meminta Pelindo untuk bisa membuka akses jalan tersebut untuk nelayan. Persoalan jalan menuju pelabuhan perikanan ini menurut Susi cukup memalukan, hanya karena ego sektoral perekonomian masyarakat menjadi terhambat.

“Hampir semua pelabuhan di daerah masalahnya sama, nelayan tidak bisa lewat karena jalannya ditutup. Padahal satu kawasan tapi jalan masuk kenapa dibedakan. Saya akan minta Pelindo untuk buka akses untuk nelayan,” tegasnya.

Selain itu Susi mengungkapkan, dalam waktu dekat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan dibantu TNI AL akan menggelar operasi untuk memusnahkan atau mencabut rumpon-rumpon ikan yang tersebar di seluruh perairan Indonesia. Rumpon atau fish aggregating devices ini telah banyak merugikan nelayan lokal/tradisional karena mengubah ekologi perairan yang membuat ikan pelagis besar tidak bisa mendekat ke pinggir atau masuk area dibawah 4 mil.

Hal itu menurut Susi sangat menyulitkan nelayan untuk mendapatkan ikan-ikan yang berukuran besar dan bernilai ekonomis tinggi. “Nelayan hanya bisa dapat jenis ikan kecil-kecil saja seperti malalugis, yang gede-gede berkumpul di rumpon-rumpon, tidak mau ke pinggir,” ungkapnya.

Susi menegaskan, rumpon yang terdapat di perairan Indonesia saat ini tidak satu pun memiliki izin dan pemerintah masih tidak mengizinkan untuk pemasangan rumpon di perairan manapun. Susi pun meminta nelayan bisa memberikan informasi dan memastikan keakuratan titik-titik koordinat terdapatnya rumpon di wilayah perairan di daerah mereka.

“Tolong koordinatnya dikasih tahu, bapak bisa kirim sms sama saya dan kami secepatnya akan bergerak bersama TNI AL,” ujarnya.

Sama halnya dengan NTT, Susi mencontohkan Teluk Tomini dan Bitung di Sulawesi Utara, dimana tangkapan nelayan tradisional disana sebagian besar hanya malalugis yang dikenal sebagai ikan umpan untuk tuna.

Padahal potensi tangkapan di sekitar Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik sangat besar karena merupakan habitat tuna dan ikan pelagis besar lainnya. Ikan-ikan tersebut biasanya hidup bergerombol (schooling-red) namun kemudian terhadang rumpon dan hanya berputar-putar di sekitar rumpon saja.

“Jika rumpon tidak ada, ikan akan mendekat ke pesisir,” kata Susi.

Terkait pembagian zonasi penangkapan ikan, Susi kembali menegaskan bahwa setiap daerah telah ditetapkan dan diatur untuk mengelola wilayah penangkapan, yakni 4 mil untuk kabupaten dan 12 mil untuk provinsi. Maka kapal-kapal Jawa tidak diperbolehkan dan diberikan izin menangkap ikan di 12 mil Laut NTT.

“Ada pembagian wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di atas 12 mil, tidak mungkin kasih izin di pesisir untuk kapal dari luar wilayah. Kalau ngendon harus bongkar ikan di pelabuhan NTT,” tandasnya.

Perlu diketahui bahwa Kupang menjadi pemberhentian terakhir dalam rangkaian kegiatan safari bahari yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Provinsi NTT. Ia bersama rombongan berlayar di perairan Flores (Laut Sawu) selama 4 hari mengunakan KRI Untung Suropati 372 milik TNI AL yang bertolak dari Labuan Bajo 9 Juni 2016 yang lalu.

Sebelumnya, Susi telah singgah di Larantuka dan Lembata untuk meninjau situasi dan kondisi perairan setempat serta menggali permasalahan yang dihadapi masyarakat nelayan di daerah tersebut. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Koperasi KS TKBM Pelabuhan Priok Gelar RAT 2026 Tema Akselerasi Digitalisasi

Jakarta (Maritimnews) - Akselerasi digitalisasi untuk mewujudkan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Karya Sejahtera…

1 hour ago

Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya Jelang Idul Adha 1447 H

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)…

9 hours ago

IPC TPK Panjang Moncer, Tingkatkan Efisiensi Ekspor

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang semakin moncer setelah kehadiran Quay…

21 hours ago

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

1 day ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

5 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

1 week ago