Categories: GeopolitikHLTerbaru

Pengamat ini Minta Kita tidak Perlu Khawatir dengan Klaim China di LCS

Angkatan Laut China tengah bersiaga di LCS. (Foto: BBC)

MNOL, Jakarta – Pengamat Pertahanan Dr Connie Rahakundini Bakrie menyebutkan, bahwa klaim China atas Laut China Selatan (LCS) bukanlah suatu ancaman.

Dirinya pun menegaskan, bahwa perjuangan China akan  Peta Sembilan garis putus-putus (Nine Dashed-Line) yang merupakan pengulangan kejayaan sejarahnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

“Sekali lagi saya melihat jangan kita sampai ter-drive seolah-olah China itu mengancam kawasan. China sedang membangun kekuatan yang sudah dia proyeksikan sejak dulu,” tandas Connie dalam sebuah diskusi dengan tema ‘Kita dan Sengketa Laut China Selatan’ di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7).

“Bedanya China itu GBHN-nya diikuti terus. Mau presidennya ganti 10 kali tetap aja dia mau bangun blue water navy pada 2050. Enggak geser, enggak tiba-tiba jadi 2100,” tambahnya.

Padahal dalam Nine Dash Line terdapat wilayah Perairan Natuna yang berdasarkan hukum Internasional adalah wilayah ZEE Indonesia. Dan Nine Dash Line sendiri sudah dinyatakan oleh Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) tidak diakui. Namun, Connie meminta pemerintah Indonesia berada di tengah-tengah.

“Kalau kita non-alignment, harus dipertahankan. Tapi berubah bentuk. Sayangnya, hari ini saya lihat non-alignment malah membuat kita mati di tengah-tengah. Sebentar geser ke kiri, sebentar geser ke kanan enggak punya sikap,” jelasnya.

Pada kesempatan yang terpisah, Staf Ahli Bidang Wilayah dan Pembangunan Daerah Kemenko Polhukam Laksda TNI Surya Wiranto menyebutkan, bahwa klaim China menganggu kedaulatan Indonesia. Sebab dalam peta Nine Dashed Line terdapat ZEE Indonesia di Natuna.

“Saat ini ada 83.000 km2 wilayah kita di Perairan Natuna diklaim oleh China, cuma sampai saat ini kita fine-fine saja. Ini ada apa? Sudah jelas kejadian yang berulang-ulang saat mereka masuk di wilayah perairan kita yang mereka anggap adalah wilayahnya,” tuturnya.

Terbukti pada 19 Mei dan 27 Mei terdapat kapal ikan asal China yang dilindungi oleh Coast Guard-nya. Sehingga, usaha  KRI Oswald Siahaan-354 untuk menangkap kapal tersebut gagal. (RM/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

3 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

4 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

4 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

5 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

5 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

6 days ago