Categories: HLTeknologi

TNI AL Dilarang Main Pokemon Go, Ini Penjelasan Kasal

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. (tengah), Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji (kiri) dan Laksamana Muda TNI A. Taufiq R. (kanan) melaksanakan salam komando seusai upacara serah terima jabatan Pangarmabar, di Lapangan Arafuru Mako Koarmabar Jl. Gunung Sahari Raya No.67, Jakarta Pusat, Selasa (19/7).

MNOL, Jakarta- Maraknya pemakaian game Pokemon Go, dicermati dengan kritis oleh jajaran militer khususnya TNI Angkatan Laut. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi usai memimpin serah terima jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) mengatakan game Pokemon Go menggunakan sistem yang tersambung dengan GPS yang bisa mengirimkan lokasi posisi sehingga hal tersebut sangat dilarang jika berbicara tentang pengamanan.

“Karena apa? Karena GPS itu positioning. Semua smartphone sekarang ini sudah bisa mengirimkan lokasi posisi. Itu tidak bisa kalau biscara pengamanan dan keamanan,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu angkat bicara soal permainan yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat, Pokemon Go.

Menurut dia, ada kemungkinan permainan tersebut digunakan oleh intelijen asing untuk memetakan objek vital di Indonesia. Ryamizard menjelaskan, teknologi intelijen yang ada di dunia saat ini sudah sangat canggih.

Bahkan, kata Ryamizard, banyak negara sudah mampu menugaskan intelijennya untuk menyusup ke seluruh objek vital menggunakan kecanggihan teknologi, termasuk melalui game.

“Masalahnya saat ini intelijen bisa masuk melalui semua lini, melalui media apa pun. Makanya kita harus hati-hati. Lewat game Pokemon ini bisa saja (memetakan objek vital),” ujar Ryamizard,Senin (18/7/2016).

Selain itu, Badan Intelijen Negara (BIN) juga tengah mengkaji isu keamanan dalam permainan Pokemon Go. Game berbasis augmented reality yang pemainnya bisa mencari Pokemon di dunia nyata ini kerap dipertanyakan dalam hal keamanan. Sebab, game itu meminta akses terhadap lokasi dan kamera sehingga dianggap bisa memata-matai wilayah tertentu. Dugaan tersebut telah beredar di media sosial.

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK Tercatat Tumbuh Di Awal Triwulan II 2026

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) akan terus fokus menjaga stabilitas operasional dan…

4 hours ago

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

4 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

7 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

1 week ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

1 week ago