Dirut BKI : BKI Lakukan Pembenahan Korporasi dan Sosialisasi Secara Masif

Direktur Utama BKI, Rudiyanto.

MNOL – Jakarta, Dalam rangka meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan kemaritiman, PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI terus berusaha meningkatkan kualitas layanannya. Peningkatan kualitas layanan tersebut tidak hanya mencakup perbaikan sistem saja, tetapi juga melakukan pengkajian secara mendalam terhadap setiap faktor yang berpotensi menghambat kegiatan perusahaan.

Direktur Utama PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI, Rudiyanto mengakatan, “Oleh karena itu kita melakukan pembenahan internal ini secara bertahap, agar kegiatan produksi perusahaan dapat berjalan selayaknya sebagai perusahaan jasa inspeksi yang handal dan terpercaya”.

Lebih lanjut beiau menambahkan, untuk membangun konsep sebuah perusahaan jasa survei dan inspeksi kapal yang ideal, penting ditekankan bahwa pelayanan adalah paling utama. “BKI adalah Perusahaan Not only for Profit Oriented“, tegas Rudiyanto.

Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa BKI juga punya jasa non-classification. Ini masuk kategori pada bagian jasa inspeksi yang menekankan pada prinsip profit oriented. Jasa non-classification ini merupakan sektor komersil yang di tangani oleh Strategic Business Unit (SBU). SBU ini sendiri terbagi dalam beberapa kategori yaitui SBU Industry, SBU Marine, SBU Energy, dan SBU Offshore.

Harus diakui tidak banyak orang yang mengetahui tujuan pendirian perusahaan ini oleh Menteri Perhubungan, Ali Sadikin pada tahun 1964. “Untuk itulah kita akan melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat melihat BKI itu seperti apa”, lanjut Rudiyanto.

Pembenahan yang dicanangkan tersebut, tidak hanya dilakukan secara formal, namun juga secara informal yang juga mengikutsertakan  direksi dan seluruh manajemen perusahaan untuk juga melakukan hal yang sama.

“Kita juga melakukan kegiatan lain di luar jam kerja bersama – sama, misalnya nonton bareng atau touring. Ketika hal tersebut dilakukan bersama, diharapkan dapat mengikat emosi di antara satu sama lainnya, meskipun mereka berasala dari latar belakang yang berbeda”, imbuh Rudiyanto.

Sebagai penutup beliau mengatakan,bahwa  pembinaan karakter, diharapkan dapat  terbina sejak awal sehingga diharapkan dapat menajdikan seluruh karyawan BKI semakin solid. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

IPC TPK Dorong Sportivitas Bersama Badminton Competition 2026

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk tidak hanya unggul dalam…

4 days ago

Pasca QCC Baru, Tingkatkan Produktivitas Layanan IPC TPK Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) - Kehadiran Quay Container Crane (QCC) tipe Post Panamax di IPC TPK…

5 days ago

Semester I/2026, Throughput IPC TPK Meningkat 7 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang solid…

1 week ago

Mengawal Meritokrasi BUMN; Mengapa JOB BIDDING Jangan Menjadi Alat Menghukum Pengalaman

Oleh: Djusman H Umar Praktisi Ketenagakerjaan & Ketua Harian Federasi BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu)…

1 week ago

Setetes Harapan di Hari Jadi IPC TPK, Himpun 128 Kantong Darah

Jakarta (Maritimnews) – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 weeks ago

Pelindo Terminal Petikemas Terima Dua Penghargaan Ajang GSPI ASRI 2026

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan dalam ajang Green and Smart Port…

2 weeks ago