Kuala Tanjung Dipersiapkan ‘Head to Head’ dengan Malaysia dan Singapura

 

Trestle sepanjang 2,75 km menuju dermaga terminal multi purpose pelabuhan Kuala Tanjung hampir rampung

MNOL, Medan – Pembangunan pelabuhan internasional Kuala Tanjung telah rampung 52 % direncanakan September 2017 mulai beroperasi penuh. “Kuala Tanjung dipersiapkan head to head dengan Malaysia dan Singapura. Container tujuan Indonesia yang biasanya transit di sana, nanti tidak perlu lagi. Cukup last port di Kuala Tanjung lalu melanjutkan kepelabuhan tujuan pakai freight domestik,” jelas Capt Agus Deritanto, General Manager Pelabuhan Kuala Tanjung kepada Maritimnews, di Kuala Tanjung, Sabtu (7/8).

Menurut Agus, progres pembangunan tahap pertama Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung akan rampung awal tahun 2017 sedangkan untuk kegiatan bongkar muat petikemas masih harus menunggu fasilitas container crane dan automatic rubber tired gantry.

“Bulan September 2017 semua fasilitas siap, kami full operation. Kuala Tanjung siap bersaing meraih pasar Malaysia dan Singapore,” tuturnya optimis.

Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung (TMPKT) merupakan tonggak awal implementasi International Hub Port Indonesia wilayah ibarat. Ground breaking pembangunan Terminal Multi Purpose tersebut telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Januari 2015.

TMPKT dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, yakni proyek konsorsium dari 3 (tiga) perusahaan Badan Usaha Milik Negara yakni PP, Waskita Karya, dan Pelindo I. Pelabuhan Kuala Tanjung menawarkan jasa pelayanan terminal petikemas, terminal curah cair dan kering, pergudangan, penyediaan air tawar, bunker BBM, gas/listrik, dan Logistik.

“Kami terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung, serta akan didukung jalan tol juga fly over Simpang Kuala Tanjung,” tambah Agus.

Mengenai kesiapan TMPKT antara lain terkait izin Badan Usaha Pelabuhan (BUP) untuk kegiatan kepelabuhanan sesuai Undang-Undang no 17 Tentang Pelayaran, Agus menerangkan, pihaknya tentu memprioritaskan terkait izin BUP. “Izin BUP bisa saja melekat di PT Pelindo karena konsesi ada di Pelindo 1,” ujarnya.

Ke depan, tambah Agus, Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung dalam hal ini PT Prima Multi Terminal akan menjadi single operator dalam kegiatan kepelabuhanannya. “Saya tidak melihat opsi lain masuknya perusahaan asing ikut mengelola terminal multi purpose tersebut,” pungkas Agus.

Adapun fasilitas tahap I yang dimiliki Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung meliputi, dermaga dua sisi (masing-masing 500 meter), container yard seluas 800.000 teus/tahun, container crane 3 unit, automatic rubber tired gantry 8 unit, head truck 21 unit, dan memakai Terminal Operating System (TOS). (Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

15 hours ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

2 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

2 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

5 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago