Categories: SDA KELAUTANTerbaru

GMNI: Kebijakan Impor dalam Tata Kelola Gas Jauhkan Visi Trisakti dan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK

 

Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik. (Foto: ntt-news)

MNOL, Jakarta – Opsi impor yang dilakukan oleh Menko Maritim untuk mengimpor gas dari negara tetangga akan menghapus cita-cita Proklamasi dan Trisakti Bung Karno dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan keadilan sosial. Demikian ungkap Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Chrisman Damanik kepada maritimnews beberapa waktu lalu.

Menurutnya, terkait adanya usulan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan tentang wacana untuk mengimpor gas dalam rangka efisiensi untuk mengurangi beban biaya industri akan semakin menjauhkan kepentingan nasional Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Chrisman menilai bahwa Menko Maritim belum tuntas dalam mengejahwantahkan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK . Berdasarkan data yang dihimpun ada sekitar 154,64 TSCF potensi gas Indonesia.

Sambungnya, Indonesia memiliki ketersediaan sumber daya alam terutama gas alam yang berlimpah dan cukup memenuhi kebutuhan nasional.

“Dari kejadian tersebut, adanya kesalahan tata kelola gas Indonesia yang mengakibatkan tingginya harga produksi gas di Indonesia. Selama ini keberadaan tata kelola migas diindikasikan rawan suap menyuap seperti apa yang dikatakan oleh KPK. Maka sudah saatnya negara memperbaiki tata kelola migas indonesia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” beber Chrisman.

Ketua Presidium GMNI yang terpilih dalam Kongres XIX di NTT ini juga menyatakan wacana opsi impor tersebut akan menjadi ruang yang sangat rawan bagi pihak-pihak yang ingin memegang izin impor di Indonesia.

Dia juga mengungkap polemik pengelolaan gas di Kepulauan Natuna dan daerah lainnya yang menurutnya sudah sepatutnya untuk dibangun zonasi gas nasional yang bernafaskan kepentingan nasional.

“Keberadaan gas di Kepulauan Natuna sudah saatnya untuk dimaksimalkan untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan pada bagian barat Indonesia. Sedangkan ketersediaan gas pada wilayah Papua untuk memenuhi kebutuhan di timur Indonesia. Hal tersebut akan menjadi masukan ke depan dalam pembuatan zonasi rantai gas oleh pemerintah,” papar dia.

Di sisi lain, Chrisman menegaskan sudah saatnya kita meningkatkan kapasitas manusia dan teknologi nasional dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dalam bidang pengelolaan sumber daya alam.

“Sudah seharusnya negara membangun industri nasional dan membantu segala kebutuhan perkembangan industri tersebut. Bukan dengan atas nama efisiensi dan efektifitas industri kita menggadaikan kedaulatan negara kita dengan mengimpor,” pungkas Ketua Presidium organisasi mahasiswa yang berplatform ajaran Bung Karno tersebut. (Rayla/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Jalan di Balik Dermaga: Menuntaskan Hinterland yang Terlupakan

Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…

1 day ago

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

5 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

7 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

7 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

1 week ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

2 weeks ago