Panglima TNI: Tidak Ada Latihan Gabungan Di Laut China Selatan

Panglima TNI, Jend. TNI Gatot Nurmantyo.

MNOL – Jakarta, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah akan pelaksanaan latihan gabungan dengan negara manapun di Laut China Selatan. Pasalnya, Gatot menyebutkan, kebijakan ini merupakan bagian dari menyangkut sikap politik luar negeri Indonesia.

“Dalam konteks Laut Cina Selatan, TNI tidak melaksanakan latihan dengan negara manapun,” ujarnya di Ruang Tamu Panglima TNI, Jakarta, Selasa kemarin. Sebab, secara politik luar negeri Indonesia menginginkan perdamai  di Laut China Selatan. Atas dasar itulah, Gatot menyebutkan, pemerintah akan berusaha sekuat tenaga menjaga stabilitas di perairan tersebut.

“Indonesia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan instabilitas di Laut Cina Selatan. Makanya TNI tidak akan melaksanakan latihan dengan negara mana pun di sana,” ucap Gatot.

Di luar isu Laut China Selatan, TNI tetap akan melaksanakan latihan bersama dengan sejumlah negara. Kegiatan itu sebelumnya telah disepekati melalui perjanjian militer. “Latihan yang dilakukan Indonesia dengan negara mana pun itu sudah diagendakan. Itu sudah disepakati dalam perjanjian lalu diteruskan oleh TNI AD, AL, dan AU,” ujar Gatot.

Tahun depan, TNI akan berlatih bersama angkatan bersenjata Amerika Serikat dan India. Gatot meminta latihan itu tidak disalahartikan. Saat ini Laut China Selatan dianggap sebagai medan sarat konflik di kawasan Asia, terutama setelah China mengklaim 90 persen wilayah yang juga tumpang tindih dengan Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan.Situasi makin memanas setelah China menolak hasil putusan Pengadilan Tetap Arbitrase yang mementahkan klaim Beijing atas wilayah Laut China Selatan.

Kepada Reuters, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya berkata, institusinya akan menggelar latihan besar di Natuna, Kepulauan Riau. Latihan tahunan tersebut melibatkan setidaknya dua ribu personel dan sekitar 80 pesawat, termasuk Sukhoi dan F-16. “Kami ingin menunjukkan eksistensi kami di kawasan itu. Kami memiliki kekuatan udara yang cukup untuk menimbulkan efek deteren,” ujarnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Kepercayaan Industri Otomotif, Ekspor IPCC Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - Komitmen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) untuk terus memperkuat kapasitas…

2 days ago

Layanan South China Java X-Press Feeders di IPC TPK Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menunjukkan komitmennya mendukung kelancaran arus logistik internasional…

2 days ago

Kebersamaan Idul Adha jadi Momentum bagi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Melalui semangat Hari Raya Idul Adha, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berharap…

3 days ago

Pelindo Cilacap Salurkan Hewan Qurban Idul Adha 1447 H Bagi Masyarakat Sekitar

Tanjung Intan (Maritimnews) - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, program…

4 days ago

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Hewan Qurban 1447 H/2026 M

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melaksanakan penyerahan Bantuan Program…

4 days ago

Dirut Pelindo Hadiri Penyerahan Kurban Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan total 35 ekor sapi kurban…

4 days ago