Kasal Laksamana TNI Ade Supandi menabur bunga di Teluk Jakarta
MNOL, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi beserta jajarannya melakukan Upacara Tabur Bunga guna memperingati peristiwa Pertempuran Laut Aru pada 55 tahun silam di Teluk Jakarta, (15/1/17).
Rombongan menggunakan KRI Banda Aceh-593 yang bertolak dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) pada pukul 6.30 Wib. Sebelum melakukan tabur bunga diadakan terlebih dahulu upacara yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wahid Ismanto.
Usai tabur bunga, Kasal kepada para wartawan menyatakan acara rutin setiap tahun ini untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa Pertempuran Laut Aru. Di antaranya ada Komodor Yos Sudarso dan Kapten Laut Wiratno beserta 25 anak buah kapal (ABK) Rl Matjan Tutul.
“Ya ini untuk mengingatkan kita pada semangat perjuangan para pendahulu kita dalam menjaga dan mempertahankan teritorial NKRI. Semangat itu juga harus melekat untuk kita di era saat ini,” ungkap Kasal.
Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1983 itu menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh TNI AL saat ini kian kompleks dan penuh dinamika. “Kalau tidak dilandasi dengan semangat kepahlawanan pasti kita akan digilas oleh keadaan,” tandasnya.
“Sesuai pesan Yos Sudarso sebelum tenggelam untuk terus menggelorakan semangat pertempuran,” pungkas Ade.
Peristiwa Pertempuran Laut Aru yang terjadi 55 tahun silam itu merupakan dampak dari konfrontasi Indonesia – Belanda akibat sengketa Irian Barat. Pertempuran ini merupakan jawaban dari Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang didengungkan oleh Bung Karno di Yogyakarta 19 Desember 1961.
Trikora berisi (1) Gagalkan pembentukan Negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial, (2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia; dan (3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
RI Matjan Tutul yang dipimpin langsung oleh Komodor Yos Sudarso memiliki tugas infiltrasi untuk menempatkan para gerilyawan ke Irian Barat. Namun naas aksi RI Matjan Tutul itu diketahui oleh Pesawat Intai Maritim Belanda yang kemudian langsung mengontak 3 kapal perang Belanda.
Pertempuran yang terjadi selama 15 menit itu dalam kondisi yang tidak berimbang. Kendati hancur dan tenggelam, RI Matjan Tutul telah menyelamatkan 2 kapal perang lainnya yakni RI Harimau dan RI Matjan Kumbang.
Peringatan ini juga dihadiri oleh para jajaran TNI AL dan tamu undangan seperti Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Kepala Bakamla Lakdya TNI Arie Soedewo, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, Dankormar Mayjen TNI Mar RM Trusono, Deputi I Kemenko Mariitm Arif Havas, dan lain-lain.
Sedangkan susunan pasukan upacara antara lain terdiri dari 1 Unit Korsik Lantamal III, 1 SSR Pama, 1 SSR Bintara, 1 SSR Tamtama, 1 SSR Marinir, 1 SSR Kowal, 1 unsur kemaritiman, dan 1 SST Pramuka Saka Bahari
KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…
Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…
Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…
Jakarta (Maritimnews) - IPC TPK berkomitmen mengutamakan safety baik pekerja lapangan maupun back office. Kinerja…
Teluk Bayur (Maritimnews) - Sebagai terminal petikemas utama di Teluk Bayur Sumatera Barat, IPC TPK…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka merayakan puncak Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 diperingati tanggal…