Categories: KKPTerbaru

Menteri Susi Tegaskan kepada Akademisi untuk Jaga Kedaulatan Laut Indonesia

Menteri Susi

MNOL, Bandung  – Dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (3/2), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak akademisi, ilmuwan, dan praktisi Indonesia untuk ikut berkomitmen menjaga laut Indonesia.

Ia juga menghimbau para mahasiswa yang hadir untuk memanfaatkan pendidikan dan pengetahuan yang mereka punya untuk kemajuan bangsa. Menteri Susi meminta semua pihak ikut menggalang persatuan, solidaritas, nasionalisme, dan kecintaan terhadap aset kelautan Indonesia.

Salah satunya dengan menjadi pagar-pagar utama pelaksanaan Perpres No. 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Terutama pasal yang mengatur perikanan tangkap 100% tertutup untuk asing.

Menteri Susi pun menekankan, perikanan tangkap di Indonesia seluruhnya hanya boleh dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. “Saya ingin sekarang akademisi semuanya harus menjaga. Aturan perikanan tangkap untuk warga negara Indonesia ini harus kita kawal. Jangan biarkan perikanan tangkap kita jatuh ke asing,” tandasnya.

Menurut Susi, kelautan dan perikanan bukan lahan bisnis untuk segelintir orang saja. Ia menyayangkan penguasaan aset di lautan Indonesia oleh sekelompok kecil orang. “Tak boleh ada dominasi penguasaan aset laut, karena laut adalah milik seluruh warga negara Indonesia”, ujarnya dengan nada geram.

Menteri Susi juga mengajak akademisi untuk meningkatkan riset di bidang kelautan dan perikanan. Ia menyebut, riset litbang adalah benteng terakhir untuk mencapai kesejahteraan. Menurut wanita asal Pangandaran itu, KKP saat ini melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMPKP) terus berusaha membangun manusia-manusia perikanan yang berpendidikan.

KKP juga akan membangun dua pusat riset kelautan yang bertempat di Pangandaran (PIAMARI/Pangandaran Integrated Aquarium dan Marine Research Institute) dan Morotai (MIAMARI/  Morotai Integrated Aquarium dan Marine Research Institute), yang direncanakan akan rampung 2018 mendatang.

“Saya persilakan ilmuwan-ilmuwan ITB bergabung melakukan penelitian-penelitian, akan selesai (pembangunan pusat riset kelautan) tahun 2018. Kita bangun dua, satu di Morotai, dan satu di Pangandaran. Kita mungkin akan bangun empat atau enam, tiap tahunnya bangun dua, supaya  kita bisa tahu semua titik kelautan Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Susi mengungkapkan, saat ini kelautan Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak zonasi laut yang belum selesai. Banyak pula terjadi tumpang tindih aturan dan kepentingan. “Saya meminta akademisi harus bisa membuat studi analisis yang benar dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” selorohnya.

“Jangan sampai akademisi malah dimanfaatkan untuk membenarkan sesuatu yang salah. Kita akan lakukan riset yang berkelanjutan. Riset yang dilakukan harus berkelanjutan dan jelas manfaatnya. Jangan sampai hanya menghabiskan banyak biaya dan mengganggu alam. Kita tidak boleh merubah kultur alam,” tandasnya lagi.

Pasalnya saat ini justru banyak akademisi yang berkolaborasi untuk membantu segelintir orang dalam mengeruk kekayaan laut Indonesia. Mereka banyak memanfaatkan celah peraturan soal kelautan Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun.

Untuk itu, Menteri Susi berpesan kepada para insinyur agar dapat mengkombinasikan keahlian teknik dengan ekologi, agar tak menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Selain itu, Ia meminta semua pihak, khususnya para ahli teknik untuk membantu inovasi pembangunan logistik perikanan agar gini rasio Indonesia semakin kecil. (An/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

1 day ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

4 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

5 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

6 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

1 week ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago